When you know, you know

L beberapa hari lalu menanyakan kenapa pada akhirnya saya mau menikah dan menikah dengan dia.
Beberapa waktu lalu, saat hubungan kami sedang mengalami turbulensi hebat dan sempat mendarat darurat, saya memang pernah berpikir bahwa menikah bukan prioritas dan urusan jodoh tersimpan di pojok belakang otak.

Ndilalah, pemikiran tersebut tidak bertahan lama. Ketika L datang lagi, it only takes me one month and 1523 km being apart instead of separated by usual distance (elah, kebagusan-kemayoran kan ga jauh, G), saya merasa yakin untuk menjatuhkan hati dan janji untuknya. Selamanya.

Continue Reading

Hello!

 

Finally bikin blog baru juga 🙂

Jadi ceritanya, untuk fase baru di hidup saya, saya pengen banget itu well documented in writings. Sekalian latihan menulis lagi setelah sekian lama berkutat hanya dengan report dan analisa analisa ngehe. Plus juga jadi sarana eskapisme dan bereskpresi *halah*

Lalu, seperti biasa inspirasi datang di kamar mandi. Saya terpikir membuat satu blog lagi, khusus untuk cerita tentang kami dan apa yang kami hadapi setiap hari.

Kami tuh siapa ya? Kami artinya saya dan si calon suami. Saat ini kami sedang menyiapkan pernikahan yang inginnya dilakukan di awal Agustus. I know, it’s only a little over 2 months dan persiapan kami mungkin baru 10% saja. Tapi dengan kekuatan doa, kami yakin kok kami bisa melakukan itu (Haish, padahal masih harus nego orang tua)

Rencananya, saya akan update blog ini secara berkala. Semogaaa bisa konsisten yaa.

Cheers,

G – si nervous bride to be

Continue Reading