Month: December 2016

FamilyTrip: Baby F First Flight


Masih berhubungan dengan posting FamilyTrip sebelumnya, kali ini saya mau cerita tentang pengalaman pertama baby F liburan dan naik pesawat.

Baby F memang sudah biasa bepergian semenjak bayi. Usia kurang dari sebulan sudah bepergian Jakarta-Puncak, dan Puncak – Garut – Puncak. Baru tiga bulan saja, baby F sudah pernah ke kab. Bandung dan Kuningan karena ada acara keluarga besar. Maceuh sekali yak, anak saya.

Berbarengan dengan business slash family trip kemarin, saya dan L memberanikan diri untuk membawa baby F pergi agak jauh, ke Semarang, dengan pesawat terbang. Ngga tau ya buat orang tua yang lain, tapi buat saya dan L membawa bayi bepergian naik pesawat untuk pertama kali itu a big deal meski cuma penerbangan domestik dengan waktu tempuh selama 1 jam.

Continue reading “FamilyTrip: Baby F First Flight”

The Playlist Series – Rollercoaster Patah Hati

Prolog

Berawal dari ngoprek email lama, saya kebetulan stumbled into this post. Dulu saya blogging di posterous dan selalu post via email jadi jejaknya masih terekam baik.

On to the post, setelah membaca ulang beberapa posting dari blog lama saya pikir ada beberapa yang bisa dipost ulang for the sake of memories dan betapa saya pernah secetek itu. Beberapa di antaranya adalah posting bertajuk Playlist ini. Jadi ceritanya ini adalah tulisan yang either terinspirasi atau mengingatkan saya pada suatu topik.

Akan ada beberapa post ulang dari blog lama dengan minimal editing dan ada juga posting baru nantinya dalam series ini. Semoga saja series yang ini lebih konsisten yak ??.

So, happy reading ?

Continue reading “The Playlist Series – Rollercoaster Patah Hati”

Posting Pertama di Rumah Baru

Akhirnya setelah melewati proses pemikiran yang cukup panjang, jadi juga saya memindahkan rumah virtual saya dari domain gratisan ke domain sendiri.
Semenjak saya mengenal blog memang sudah punya keinginan untuk punya domain address sendiri. Sudah mulai mereka-reka nama dari entah kapan, dari yang awalnya mau pakai nama pribadi aja, sampai mau pakai  nickname online, eh nyangkutnya sama nama yang dipakai sekarang.

Apa sih yang membuat saya membeli domain sendiri? Err, sebetulnya itu keputusan semi impulsif karena stress diterjang deadline report ??. Kenapa semi impulsif? Meski keputusan membeli domain itu seketika, tapi memutuskan beli domain (dan hosting) dimana ngga seimpulsif itu. Sempet saya banding-bandingin dulu antara hosting satu dan yang lain. Kalo nama domain sih sudah merasa sreg dengan domain bawaan domain gratisan dulu, tinggal hapus “wordpress” dan jadilah alamat yang sekarang.

Punya hosting dan domain sendiri ini ternyata ngga seruwet yang saya bayangkan. Hanya tinggal klik one click install, wordpress sudah terpasang. Beberapa kali klik lagi untuk memindahkan posting lama ke posting baru. Lalu dilanjut dengan modifikasi tampilan sesuai keinginan dan voila blog baru pun live dengan segera.

Karena dari dulu selalu merasa lebih nyaman menulis melalui handphone, saya pun otak atik lagi wordpress app dengan cara reinstall. Ngga berapa lama, saya akhirnya bisa nulis posting ini sambil tiduran di sebelah baby F.

Tema blog ini masih ngga jauh beda dengan blog di rumah lama. Hanya saja, saya memang ingin merutinkan kembali menulis blog jadi semoga posting tidak sesporadis blog lama. Amin.

Segitu dulu untuk posting pertama di rumah baru. Ada beberapa ide di kepala sudah menunggu untuk dituliskan.

See you on the next post,
G