Kenapa Harus FPI? Kenapa Harus Rizieq?

When we start putting someone, anyone, in a pedestal, we stop seeing their flaws, we excuse their mistake, we see that everything (s)he do or say are true and need to be admired.

Akhir-akhir ini, setiap kali membuka laman beranda facebook, kok rasanya seperti melihat kebakaran rumah. Riuh rendah pilkada DKI, FPI, GMBI, Ahok, Rizieq membuat saya mengernyitkan kening. Belum lagi berita soal bully berujung kematian mahasiswa yang juga membuat senewen dan geleng-geleng kepala.

Tapi yang ingin saya bahas sekarang adalah kebingungan saya tentang para dewasa jadi fans militan sebuah ormas dan ketuanya. Iya, saya bicara tentang FPI dan Rizieq. Lima sampai sepuluh tahun yang lalu, banyak yang mencibir tingkah polah ormas ini. Yuk, ngacung yuk yang dulu geram dengan sweeping FPI? Yang sempat mengeluarkan sumpah serapah saat ada riot di Monas dengan massa Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan atau AKKBB 2008 lalu?

Continue Reading

Rabu Riset: Metode Pengumpulan Data Kuantitatif

ALOHA! Ketemu lagi di #RabuRiset. Setelah dua post kemarin bercerita tentang review singkat kunjungan saya di kota Medan dan review Kuliner, diseling dulu sama posting yang satu ini ya.

Well, dulu saya pernah menulis tentangĀ  komponen penting dalam riset dan juga tentang validitas data. Tulisan kali ini saya akan membahas tentang metode pengumpulan data yang biasa saya lakukan di tempat kerja. Sesuai judulnya saya hanya akan mengulas soal metode kuantitatif aja dulu ya. Metode kualitatif semoga bisa dipost minggu depan.

Continue Reading

EATEN: Bakso Amat Medan

Sesuai sama janji saya di postingan sebelumnya. Saya mau share review tentang Bakso Amat Medan. Semenjak mengenal Bakso Amat, bakso ini jadi semacam makanan wajib bagi saya setiap berkunjung ke Medan. Pernah lupa namanya dan saya langsung telepon teman saya yang asli Medan. Malah, dulu saking lupa namanya saya bilang kalo baksonya ada di dekat jembatan! Padahal jembatan di Medan tidak hanya satu ya.

Continue Reading

Workcation; MEDAN!


Setelah bulan November lalu, saya melakukan Business slash Family Trip ke Semarang. Kali ini saya terbang ke Medan buat #workcation. Saya tinggal 3 hari 2 malam di Medan dan sendirian šŸ™

(Baca juga cerita FamilyTrip ke Semarang)

Ini bukan kali pertama saya ke Medan tapi kedua kalinya saya mendarat di Kualanamu. Waktu itu Bandara Kualanamu masih baru dibuka, masih belum keliatan megahnya.

Apa aja yang saya lakukan di Medan? Kerja dan makan. Aktivitas saya ngga terlalu banyak dan memang ngga berwisata juga karena obyek wisata di kota Medan kan terbatas ya.

Continue Reading