Month: June 2018

Nostalgia Mudik

Sudah beberapa hari menjelang lebaran nih, untuk beberapa kalangan pekerja, Senin ini pasti sudah mulai libur. Saya? Masih harus nikreuh selama 2 hari lagi sebelum bisa libur lebaran. Hari raya Idul Fitri memang sangat lekat dengan tradisi mudik. Tak terkecuali bagi saya, setidaknya sampai sebelum menikah, rasanya tiap tahun pasti ada perjalanan mudik. Pernah sih, beberapa kali kedua orang tua saya memutuskan untuk berlebaran di rumah saja, tapi rasa-rasanya masih bisa dihitung jari.

Lahir dari orang tua perantau, yang untungnya merantaunya ngga lintas provinsi, saya terbiasa berganti-ganti destinasi mudik. Selang-seling antara Garut-Ciamis. Transportasi yang diandalkan tentu saja transportasi darat. Saat masih belum memiliki kendaraan pribadi, saya dan keluarga lebih sering menggunakan bus. Kami biasanya berangkat h-1, menunggu ayah saya yang entah kenapa dulu kalo libur lebaran selalu mepet-mepet. Satu tas jinjing besar dibawa ayah saya, saya dengan ransel hitam besar andalan, kakak saya dengan tas punggung, dan ibu yang membawa serta adik saya yang memang berbeda usia 10 tahun.

Continue reading “Nostalgia Mudik”