Hijab Instan, Hijab Kekinian

Pernah merhatiin ngga sih soal fesyen perkerudungan di Indonesia? Sepertinya tren  styling kerudung dimulai tahun 2000-an ya meski saat itu terbatas pada acara formal dan suka dibilang kerudung yang dililit-lilit. Styling kerudung mulai nge-heits di era Dian Pelangi dimana ke kantor atau kampus aja ngga lagi pake kerudung yang simpel tapi ada seninya. Dari yang biasanya pake peniti di bawah dagu, kemudian bergeser ke pipi. Gaya kerudung tumpuk juga populer banget dan tutorial hijab juga bertebaran di social media. Bahkan tren ini kemudian menelurkan istilah baru, HIJAB. Semacam ada identifikasi sendiri yang berkembang di masyarakat dimana pengguna hijab itu berbeda dengan pengguna jilbab atau pengguna kerudung. Hijab itu identik dengan yang gaya, dengan fesyen, baik street style atau haute couture. 

Dunia fesyen Indonesia kemudian diramaikan dengan kategori baru yang menyasar Muslim dari kelas menengah – atas. Desainer lokal yang mengkhususkan diri untuk fashion muslim bermunculan, dari mulai Dian Pelangi, Ria Miranda, sampai ada artis yang bikin muslim clothing label. Tren perhijaban ini ngga hanya muncul di tingkat kelas menengah atas dengan label harga yang bikin pusing kepala. Tapi juga untuk pengguna kerudung yang masih mengandalkan kerudung dengan harga dibawah 20ribu. Dulu yang kalo kita mau beli kerudung paling cuma bisa bilang katun atau bergo kaos, kemudian tiba-tiba jadi ada kerudung paris, ada pashmina, ada paris motif abstrak, kerudung satin, kerudung yang berglitter sampai ke ciput arab atau anti tembem. Thamrin city lantai bawah diserbu pengguna dan penjual kerudung atau hijab atau jilbab karena bisa beli kerudung dari yang 100 ribu dapat 6 sampai pashmina turki yang harganya 500ribuan.

Continue Reading

The Playlist Series – Rollercoaster Patah Hati

Prolog

Berawal dari ngoprek email lama, saya kebetulan stumbled into this post. Dulu saya blogging di posterous dan selalu post via email jadi jejaknya masih terekam baik.

On to the post, setelah membaca ulang beberapa posting dari blog lama saya pikir ada beberapa yang bisa dipost ulang for the sake of memories dan betapa saya pernah secetek itu. Beberapa di antaranya adalah posting bertajuk Playlist ini. Jadi ceritanya ini adalah tulisan yang either terinspirasi atau mengingatkan saya pada suatu topik.

Akan ada beberapa post ulang dari blog lama dengan minimal editing dan ada juga posting baru nantinya dalam series ini. Semoga saja series yang ini lebih konsisten yak 😂😅.

So, happy reading 😀

Continue Reading

FamilyTrip – Semarang Holiday

Minggu kemarin, saya, L, baby F dan keluarga L liburan di Semarang.
Awalnya sih karena saya ada Business Trip di kawasan Semarang terus L melempar wacana untuk sekalian liburan, dan jadilah sekeluarga berangkat. Kebetulan di Semarang juga ada sodara sodara papanya L.

Saya, L dan baby F berangkat duluan karena saya harus supervisi survey di hari Rabu, sedangkan Mama, Papa dan adik L menyusul di Jumat.

Disana ngapain aja? Dari Rabu sampai Jumat sih saya kerja, L dan baby F ngendon di hotel 😂😂.

Continue Reading

Hi 2016!!

Aloha!!

Long time no write nih, sekalinya menulis lagi sudah masuk awal tahun yang baru.

image

Tahun 2015 kemarin adalah tahun rollercoaster untuk saya. Tahun dimana saya pasrah soal jodoh dan fokus pada senang senang saja. Jika tahun 2014, adalah tahun ‘penemuan’ tentang apa yang saya inginkan, tentang definisi standar dan tujuan hidup, maka tahun 2015 adalah tahun penerimaan. Menerima keterbatasan diri, menerima kenyataan demi kenyataan dan menerima bahwa hidup hanya sekali, You Only Live Once, so live it now.

Continue Reading

Tentang Kenyamanan di Tempat Kerja

Entah kenapa, kalo diperhatikan beberapa tahun terakhir banyak perusahaan yang mengalami turn over tinggi. Karyawan keluar masuk dengan masa kerja yang bahkan kurang dari 5 tahun.
Based on what I observe dari teman teman sekitar dan teman-teman linkedn, pindah-pindah kerja bukan hal yang tabu. Malah sebagian menganjurkan untuk jadi ‘kutu loncat’ demi gaji yang lebih besar dan atau posisi yang lebih tinggi. Prinsip yang dipegang?

“Lo cuma punya 1 kesempatan buat kerja less than a year di satu perusahaan yg akan terpampang di cv lo nanti supaya track record lo ga jelek jelek amat”
Saya sendiri ngga tau bener atau ngganya prinsip di atas, karena:
1. Saya bukan HRD
2. Saya juga ga pengen tau sebetulnya, tapi saya turutin aja 😅

Yang mengusik saya sebetulnya alasan kenapa para pekerja ini resign.

Continue Reading