Tampil Keren Dengan Padu Padan Warna

Siapa yang sering banget diem di depan lemari karena bingung padu padan warna pakaian? Atau siapa yang sering bolak-balik nanya ke orang rumah, ‘warna ini kalo dipake sama warna ini, oke ngga’? I’m definitely raising my hand karena emang sering banget ngelakuin itu, padahal koleksi baju saya ngga banyak dan warnanya cenderung itu-itu aja. Tapi saya paling payah dalam padu padan warna. Kalo soal model mah, pilihan model baju saya terbatas.
Menyadari bahwa saya paling ngga bisa match warna, L jadi sasaran pertanyaan saya dan pemilik hak veto kalo ada warna yang ngga oke dicampur sama yang lain. Tapi, as you know, kalo spektrum warna laki-laki itu lebih sedikit dibanding perempuan, kadang L bete karena menurut dia baby pink sama dusty pink itu sama aja pink. Akhirnya saya berpaling pada aplikasi yang ada di handphone; Pinterest, buat tau kombinasi warna apa aja yang ok.
Setelah menghabiskan beberapa waktu untuk mempelajari soal warna dan menumbuhkan rasa percaya diri pake warna terang, ketergantungan saya pada L soal mix and match warna pakaian semakin berkurang. Dan berikut adalah beberapa inspirasi untuk padu padan warna cantik.
Continue Reading

Hijab Instan, Hijab Kekinian

Pernah merhatiin ngga sih soal fesyen perkerudungan di Indonesia? Sepertinya tren  styling kerudung dimulai tahun 2000-an ya meski saat itu terbatas pada acara formal dan suka dibilang kerudung yang dililit-lilit. Styling kerudung mulai nge-heits di era Dian Pelangi dimana ke kantor atau kampus aja ngga lagi pake kerudung yang simpel tapi ada seninya. Dari yang biasanya pake peniti di bawah dagu, kemudian bergeser ke pipi. Gaya kerudung tumpuk juga populer banget dan tutorial hijab juga bertebaran di social media. Bahkan tren ini kemudian menelurkan istilah baru, HIJAB. Semacam ada identifikasi sendiri yang berkembang di masyarakat dimana pengguna hijab itu berbeda dengan pengguna jilbab atau pengguna kerudung. Hijab itu identik dengan yang gaya, dengan fesyen, baik street style atau haute couture. 

Dunia fesyen Indonesia kemudian diramaikan dengan kategori baru yang menyasar Muslim dari kelas menengah – atas. Desainer lokal yang mengkhususkan diri untuk fashion muslim bermunculan, dari mulai Dian Pelangi, Ria Miranda, sampai ada artis yang bikin muslim clothing label. Tren perhijaban ini ngga hanya muncul di tingkat kelas menengah atas dengan label harga yang bikin pusing kepala. Tapi juga untuk pengguna kerudung yang masih mengandalkan kerudung dengan harga dibawah 20ribu. Dulu yang kalo kita mau beli kerudung paling cuma bisa bilang katun atau bergo kaos, kemudian tiba-tiba jadi ada kerudung paris, ada pashmina, ada paris motif abstrak, kerudung satin, kerudung yang berglitter sampai ke ciput arab atau anti tembem. Thamrin city lantai bawah diserbu pengguna dan penjual kerudung atau hijab atau jilbab karena bisa beli kerudung dari yang 100 ribu dapat 6 sampai pashmina turki yang harganya 500ribuan.

Continue Reading