Ketika Baby F Sakit

Ini adalah posting curhat, yang asalnya mau bahas tentang ISK dan must haves buat jaga-jaga kalo bayi sakit. Tapi ternyata kepanjangan. Jadi nanti saya buat post terpisah soal ISK pada bayi dan must havesnya ya.

Hampir dua bulan yang lalu, menjelang lebaran, baby F demam tinggi. Demamnya mencapai 40 derajat lebih dan bikin dia ngga mau makan, ngga mau minum susu dan susah tidur. Sebagai orang tua, rasanya khawatir banget pas anak sakit, sampai saya ngga masuk kerja 4 hari itu.

Sebetulnya ini bukan pertama kalinya baby F sakit. Dia sempat hangat ketika imunisasi DPT I, tapi masih ceria, meski suhu mencapai 38.5 tapi masih mau minum susu dan tidur lelap. Sakit kedua kali adalah radang tenggorokan, suhu 38.5 juga, agak rewel dan susah minum susu. Tapi begitu dibawa ke dokter dan masuk paracetamol suppository, baby F berangsur pulih.

Saya masih inget banget, kalo baby F sempat anget di Minggu malem. Tapi masih saya hiraukan karena saya pikir cuma kecapean aja, maklum kalo wiken memang suka bawa baby F kesana kemari. Senin pagi, baby F sehat-sehat aja dan ceria seperti biasa. Baru pas saya pulang kerja, jam setengah 8 malem, saya pegang badan baby F agak anget. Iseng-iseng cek di 37.8-an, udah mulai anget tuh. Saya udah mulai khawatir tapi L masih santai santai aja.

Continue Reading

Workcation; MEDAN!


Setelah bulan November lalu, saya melakukan Business slash Family Trip ke Semarang. Kali ini saya terbang ke Medan buat #workcation. Saya tinggal 3 hari 2 malam di Medan dan sendirian 🙁

(Baca juga cerita FamilyTrip ke Semarang)

Ini bukan kali pertama saya ke Medan tapi kedua kalinya saya mendarat di Kualanamu. Waktu itu Bandara Kualanamu masih baru dibuka, masih belum keliatan megahnya.

Apa aja yang saya lakukan di Medan? Kerja dan makan. Aktivitas saya ngga terlalu banyak dan memang ngga berwisata juga karena obyek wisata di kota Medan kan terbatas ya.

Continue Reading

Anak Ahensi

Huaah, hampir seminggu saya absen buat ngeblog nih. Apa kabar one day one post? Masa terhenti di hari keempat? Hiks.

Life get in the way of ngeblog. Minggu lalu jadwal saya packed sama report. Dikejar deadline untuk subyek yang berbeda bikin sakit kepala. Guess I’m not that young anymore ya. Dulu switching dari industri A ke B rasa-rasanya gampang banget sekarang jadi ngos-ngosan.

Time management harus dirapiin lagi nih, karena pada akhirnya my work suffers. Ngga puas aja gitu ya kalo hasilnya ngga maksimal.

Continue Reading

Choices, Choices: Memilih Menitipkan Anak

Sepertinya isu klasik yang dihadapi oleh ibu pekerja seperti saya ketika mendekati masa cuti melahirkan selesai adalah mau lanjut kerja atau berhenti dan full di rumah? Bahkan pertanyaan ini muncul ketika masih hamil dan jabang bayi belum lahir.

Saya memilih untuk tetap bekerja, pilihan yang saya ambil bahkan sebelum menikah. Pokoknya saya ingin bekerja karena kalo di rumah saya bisa stress kena cabin fever. Soalnya saya adalah tipe orang yang jarang keluar rumah kalo ngga penting banget atau ngga pengen-pengen banget.

Continue Reading

Hi, 2017!

Terinspirasi dari challenge-challenge yang menyebar di dunia maya, saya pun berinisiatif untuk mengikuti challenge One Day One Post. Tujuannya adalah untuk kembali menulis dengan rutin dan melihat sudah sejauh mana komitmen saya untuk menulis blog. Saya tahu bahwa saya memiliki masalah dengan komitmen menulis, makanya saya menantang diri saya sendiri.

Untuk posting kali pertama ini, akan saya awali dengan cerita ringan tentang apa yang saya lakukan di hari pertama pada tahun 2017 ini. Tulisannya bakal ringan sekali karena saya ngga tau harus nulis apa setelah impulsively decided untuk ikut ODOP.

Continue Reading