Category: Personal Life

Cinta Dibalik Kreasi Kain Perca

Tema #KEBBloggingCollab kelompok raisa kali ini adalah kreasi kain perca. Cara membuat tempat pensil dari kain perca tanpa mesin jahit sudah ditulis apik oleh Mak Farida, sekarang giliran teman teman kelompok raisa nih yang menanggapi. Saya sebetulnya sempat kebingungan mau menulis tentang apa, mohon dimaklumi karena kemampuan motorik halus saya ngepas buat bertahan hidup saja dan gak ada bakat untuk kreasi ina ini itu. Selain ngga ada bakat, mungkin karena selalu kalah sama penyakit malas kali ya..

But well, kreasi kain perca mengingatkan saya pada masa kecil. Kenapa? Karena ibu saya yang cukup telaten menjahit cukup sering membuat prakarya dari kain perca. Prakarya ini tentu saja diperuntukkan untuk anak-anaknya. Bahkan saat anak saya lahir, ibu saya membuatkan alas ompol dari kain perca.

Baca juga punya:

Mak Merida | Mak Ery | Mak Indira | Mak Ima

Continue reading “Cinta Dibalik Kreasi Kain Perca”

Nostalgia Mudik

Sudah beberapa hari menjelang lebaran nih, untuk beberapa kalangan pekerja, Senin ini pasti sudah mulai libur. Saya? Masih harus nikreuh selama 2 hari lagi sebelum bisa libur lebaran. Hari raya Idul Fitri memang sangat lekat dengan tradisi mudik. Tak terkecuali bagi saya, setidaknya sampai sebelum menikah, rasanya tiap tahun pasti ada perjalanan mudik. Pernah sih, beberapa kali kedua orang tua saya memutuskan untuk berlebaran di rumah saja, tapi rasa-rasanya masih bisa dihitung jari.

Lahir dari orang tua perantau, yang untungnya merantaunya ngga lintas provinsi, saya terbiasa berganti-ganti destinasi mudik. Selang-seling antara Garut-Ciamis. Transportasi yang diandalkan tentu saja transportasi darat. Saat masih belum memiliki kendaraan pribadi, saya dan keluarga lebih sering menggunakan bus. Kami biasanya berangkat h-1, menunggu ayah saya yang entah kenapa dulu kalo libur lebaran selalu mepet-mepet. Satu tas jinjing besar dibawa ayah saya, saya dengan ransel hitam besar andalan, kakak saya dengan tas punggung, dan ibu yang membawa serta adik saya yang memang berbeda usia 10 tahun.

Continue reading “Nostalgia Mudik”

Februari 2018 in Review

Bulan Februari memang bulan yang pendek. Berasa cepeet banget bulan Februari abis dan tetiba udah Satu Maret aja. Tapi bukan berarti bulan Februari ini berlalu tanpa kenangan (ciee kenangan). Sebelum quick review kehidupan personal, saya jembreng dulu (un)achievement dari resolusi tahunan di bulan Februari ini ya.

Sesuai sama resolusi saya di awal tahun, ada 3 lini yang ingin saya improve; diri sendiri, blogging dan keluarga.

Continue reading “Februari 2018 in Review”