Category: Personal Life

What’s up, 2018? 

It’s day one of a new year!!

Gimana malam tahun barunya? Saya sih sukses terbangun beberapa kali karena bunyi kembang api yang berdentum kayak di medan perang. Kembang api yang kemudian membangunkan baby F beberapa kali padahal tahun lalu dia bisa sound asleep di tengah hingar bingar.

Oh well, mumpung masih hari pertama dan hawa hawa tahun baru masih berasa, let’s write up on personal target for 2018. Ada beberapa hal yang pengen saya raih dalam tiga segmen kehidupan saya; personal development, family dan blogging.

Continue reading “What’s up, 2018? “

Wrapping Up 2017

Waw, sudah hari terakhir di 2017 nih. Tahun 2017 ini terasa begitu cepat, padahal kayaknya baru kemarin saya impulsively decide to do ODOP di awal 2017 dan terhenti di hari keempat ??.

Jika 2015 adalah tahun rollercoaster dimana kehidupan seperti berjalan fast forward dengan 2x normal speed, 2016 adalah tahun adaptasi, maka 2017 ini saya sebut sebagai tahunnya keluarga. Why? Karena tahun ini sudah mulai settling down  dalam kehidupan personal.

Continue reading “Wrapping Up 2017”

Workcation; MEDAN!


Setelah bulan November lalu, saya melakukan Business slash Family Trip ke Semarang. Kali ini saya terbang ke Medan buat #workcation. Saya tinggal 3 hari 2 malam di Medan dan sendirian 🙁

(Baca juga cerita FamilyTrip ke Semarang)

Ini bukan kali pertama saya ke Medan tapi kedua kalinya saya mendarat di Kualanamu. Waktu itu Bandara Kualanamu masih baru dibuka, masih belum keliatan megahnya.

Apa aja yang saya lakukan di Medan? Kerja dan makan. Aktivitas saya ngga terlalu banyak dan memang ngga berwisata juga karena obyek wisata di kota Medan kan terbatas ya.

Continue reading “Workcation; MEDAN!”

Anak Ahensi

Huaah, hampir seminggu saya absen buat ngeblog nih. Apa kabar one day one post? Masa terhenti di hari keempat? Hiks.

Life get in the way of ngeblog. Minggu lalu jadwal saya packed sama report. Dikejar deadline untuk subyek yang berbeda bikin sakit kepala. Guess I’m not that young anymore ya. Dulu switching dari industri A ke B rasa-rasanya gampang banget sekarang jadi ngos-ngosan.

Time management harus dirapiin lagi nih, karena pada akhirnya my work suffers. Ngga puas aja gitu ya kalo hasilnya ngga maksimal.

Continue reading “Anak Ahensi”

Choices, Choices: Memilih Menitipkan Anak

Sepertinya isu klasik yang dihadapi oleh ibu pekerja seperti saya ketika mendekati masa cuti melahirkan selesai adalah mau lanjut kerja atau berhenti dan full di rumah? Bahkan pertanyaan ini muncul ketika masih hamil dan jabang bayi belum lahir.

Saya memilih untuk tetap bekerja, pilihan yang saya ambil bahkan sebelum menikah. Pokoknya saya ingin bekerja karena kalo di rumah saya bisa stress kena cabin fever. Soalnya saya adalah tipe orang yang jarang keluar rumah kalo ngga penting banget atau ngga pengen-pengen banget.

Continue reading “Choices, Choices: Memilih Menitipkan Anak”