Category: Pregnancy

Pilah Pilih Busana Hamil

Saat hamil, tubuh perempuan memang berubah. Bukan hanya perut yang membesar, lingkar dada dan lingkar paha pun bisa kena dampaknya. Dulu, pas hamil cici F, perubahan badan saya tak terlalu kentara. Baby bump baru muncul saat usia kehamilan 7 bulan. Bagaimana dengan kehamilan yang ini? Perut sudah terasa begah bahkan di usia 3 bulan, sudah harus bilang bye-bye sama celana jeans andalan yang sebelum hamil terasa longgar. 

Kalo sudah begini, mau ngga mau saya mengeluarkan lagi koleksi baju hamil terdahulu. Setelah dicoba dipakai, ternyata ada yang harus direlakan karena bahannya ngga enak atau terlalu ketat di bagian paha. Lalu kemudian berburu di online shop atau department store saat jalan-jalan di akhir pekan. 

Continue reading “Pilah Pilih Busana Hamil”

Tentang Kehamilan Kedua: Antara C-Sect dan VBAC

Saat saya menulis ini, kehamilan saya berusia 23 minggu. Baru minggu lalu kontrol ke dokter kandungan, dan sempat mengobrol soal opsi VBAC alias vaginal birth after caesarean. Waktu ketahuan hamil dan kontrol dengan dokter yang menangani persalinan pertama saya, beliau langsung bilang untuk pilih tanggal karena anak saya belum berusia 2 tahun saat ketahuan hamil, jadi memang menjalani kehamilan dengan mindset bakal caesar lagi nih. 

Continue reading “Tentang Kehamilan Kedua: Antara C-Sect dan VBAC”

Kontrol Kehamilan; Memilih Dokter dan Rumah Sakit

Salah satu hal pertama yang terlintas di pikiran saya saat melihat dua garis di testpack adalah mau periksa ke mana? ke siapa? Sebetulnya sih, kalo mau mudah tanpa harus pilah-pilih lagi ya tinggal kembali ke dr. Stella, dokter yang membantu persalinan cici F. Apalagi memang dr. Stella dan RS Mitra Keluarga Kelapa Gading ini kan sudah sesuai dengan apa kriteria kami; dokter perempuan, lokasi rumah sakit yang cukup dekat, dan tempat parkir mumpuni. Oleh karena itu, untuk kontrol pertama kehamilan, saya kembali ke dr. Stella Shirley Mansyur di RS Mitra Keluarga Kelapa Gading.

Continue reading “Kontrol Kehamilan; Memilih Dokter dan Rumah Sakit”

Tentang Kehamilan Kedua

Kehamilan memang bisa jadi salah satu titik perubahan dalam kehidupan perempuan. Saya kira, setelah mengalami kehamilan pertama, kehamilan selanjutnya akan biasa-biasa saja. Toh kan ya sudah pernah, tapi ternyata rasanya berbeda. Sangat-sangat berbeda.

Kehamilan kedua ini ngga bisa disebut direncanakan tapi ngga bisa disebut sebagai kebobolan juga. Lah gimana? Ya, saya dan suami emang ga pake metode KB apapun, karena ingin hamil tahun ini, tapi disebut direncanakan juga ngga, karena setelah false alarm di Februari lalu ya saya pun memproyeksikan hamil mungkin menjelang akhir tahun. Tapi ternyata proyeksi hamil ya salah juga karena Februari itu jadi terakhir saya mens.

Continue reading “Tentang Kehamilan Kedua”