Scriptake: American Gods – Neil Gaiman

Setelah menamatkan Kindred Spirits-nya Rainbow Rowell, buku selanjutnya yang saya baca adalah American Gods.
Buku ini sebetulnya pertama kali terbit pada 2001 dan sekarang sudah diadaptasi ke serial televisi dengan judul yang sama.

Buku yang terdiri dari kira-kira 636 halaman cerita inti (it’s 657 pages including acknowledgement and all extras) ini sangat sulit untuk diidentifikasi genrenya apa. It is a mix of several genres. Bisa masuk fantasi, thriller, science fiction dan horor. FYI, buku ini sudah pernah memenangkan beberapa award juga seperti: Bram Stoker Award for Best Novel (2001), Hugo Award for Best Novel (2002), Nebula Award for Best Novel (2002), Locus Award for Best Fantasy Novel (2002), SFX Award for Best Novel (2002), Geffen Award (2003), Prix Bob Morane for roman traduit (2003).

Continue Reading

Scriptake: Kindred Spirits – Rainbow Rowell

Sesuai dengan Resolusi 2018 saya yang menargetkan satu buku satu minggu, saya memulai tahun ini dengan membaca short story dari Rainbow Rowell minggu lalu. Meski bukan buku banget, ngga apa-apa lah ya. Untuk bacaan ringan dan mengawali kebiasaan lagi.

Rainbow Rowell bukanlah penulis baru buat saya. Saya jatuh hati dengan tulisan penulis ini sejak membaca buku Eleanor and Park. Awal-awal si memang agak mirip dengan The Fault in Our Stars-nya John Green minus penyakit serius. Setelah menamatkan Eleanor and Park, saya lantas melanjutkan dengan Attachments dan Landlines yang menawarkan bacaan dewasa, lalu melahap lagi buku young adult dari Rowell; Fangirl dan Carry On.

Kindred Spirits merupakan cerita yang diproduksi untuk World Book Day 2016, jadi memang harganya murah dan jika di UK, beli buku ini bisa dapet akses gratis ke buku lainnya.

Continue Reading

BodyTalk Soaps: Membuat Saya Ngga Takut Mandi

Untuk beberapa orang, mandi rasanya menjadi the ultimate me time. Makanya ada yang menghabiskan waktu lama sekali untuk mandi. Kalo saya? Dari dulu rasanya ngga terlalu mengistimewakan mandi, malah kata L, antara saya mandi atau ngga ya ngga keliatan bedanya 😂😂.

Tiga bulan yang lalu, saya ganti merek sabun mandi dari Palmolive ke merek lain karena ada promo BOGOF (buy one get one free). Ndilalah, sabunnya ternyata ‘keras’ untuk kulit saya yang sensitif dan mengidap psoriasis (semacam kelainan autoimmune yang membuat kulit mengalami regenerasi dengan cepat jadinya terlihat bersisik atau seperti bekas luka. Lengkapnya cek google yah). Selama satu bulan saya jadi takut mandi karena kulit terasa perih pas mandi, tapi mau ganti kok sayang uang (jiwabuibuu).

Hingga pas Calendula Healing Salve yang saya gunakan untuk treat psoriasis hampir habis, saya kepikiran untuk beli sabun dari merek yang sama. Order sabun pertama saya dari  BodyTalk adalah untuk varian Honey Calendula dan Rosehip Argan, sedangkan order kedua adalah Cucumber Aloe Vera dan Honey Calendula. Kenapa ada yang beda? Nanti saya cerita ya.

Continue Reading

Beauty Review: Kaizen Mobile Spa

Kalo lagi cape dan pegel-pegel, yang paling saya inginkan adalah dipijet. Apalagi bagian kaki yang Alhamdulillahnya selalu pegel ampir tiap malem. Paksu udah sering banget saya mintain pijet, apalagi pas saya lagi hamil. Beuh, tiap malem pasti dipijet 😁😁.

Opsi lain  yang tersedia saat ingin pijet adalah panggil mbok pijet yang mana 6 tahun saya di Jakarta belum nemu yang oke, pergi ke salon and spa buat body spa yang bisa makan waktu berjam-jam atau book jasa home-spa.

Sebelum Gojek punya layanan Go Massage, saya sudah kadung jatuh cinta sama layanan home spa. Pencarian saya bermuara di Kaizen Mobile Spa. Saya menggunakan jasa Kaizen dari 2014, pas masih ngekos di daerah Jatipadang. Nemu pun karena googling dan yang bikin yakin memilih kaizen mobile spa karena di websitenya sudah tertera no ++ service.

Continue Reading