January 2018 in Review

Actually, I’m writing this in order of winding down. Bingung mau nulis apa, akhirnya nulis receh tentang nukilan kehidupan personal. Lagian, bosen ngga sih nulis review mulu?

Niatnya, mau bikin update begini 5 bulan lagi. Ala-ala semester review gitu, tapi baru lewat satu bulan pertama, udah pengen update aja apa yang sudah, sedang dan akan dilakukan. Apakah ini akan bersambung dengan Februari in Review? Let’s wait and see.

Awal tahun ini, saya sempat bikin semacam resolusi yang mencakup 3 hal; personal development, family, dan blogging. Gimana progressnya? Yah, ada yang jalan, ada yang belum.

Let’s do quick recap:

Di lini personal development, saya punya 3 point: Baca buku minimal 1 per minggu, lebih terorganisir, dan doing skin care routine.

Soal baca, saya sempet keteteran. Setelah menyelesaikan Kindred Spirit, saya memilih buku American Gods yang cukup panjang dan perlu beberapa hari biar tamat, setelah itu saya pindah ke paperback soal buku parenting; the secret of happy families. Menamatkan buku ini juga lama. Bentuk paperback atau buku offline ini membuat saya harus baca sambil duduk dengan penerangan cukup. Tapi gimana bisa karena saya baca buku biasanya menjelang tidur? Akhirnya berburu lampu portable di ACE hardware untuk nemenin saya baca buku saat lampu kamar sudah dimatikan.

(Baca juga: Review buku American Gods)

I pick up the pace after finishing The Secret of Happy Families, melahap The Paper Magician, Look At Me dan Quips and Quirk. Dua buku terakhir saya dapat di Netgalley.

Jadi soal baca, saya udah on track. Malah exceeding the target. Boleh lah ya, saya kasi score 5 out of 5 (clap myself in the back, LOL)

On being organized, saya masih memulai dengan yang kecil-kecil. Sesederhana meletakkan barang yang sudah saya pakai ke tempatnya lagi, tidak membiarkan baju yang sudah disetrika berlama-lama di luar lemari dan menyediakan tempat untuk pernak pernik kerudung.

To do list buat kerja belum sempat saya sentuh, simply karena saya udah overwhelmed duluan. Jadi belom berani listing, padahal itu diperlukan kan ya? ??.

Setelah pengeluaran yang exceed normal budget di Desember-Januari ini, saya mulai pake financial apps untuk ngatur budget dan track pengeluaran. Let’s see apakah saya bisa konsisten atau ngga ya.

Untuk being organized ini, saya harus kasih nilai 2 dari 5. Still needs improvement and commitment!

Yang ketiga adalah perawatan wajah, alhamdulillah sudah bisa mulai rutin dilakukan. Awalnya memang males sih, tapi dipaksain untuk rutin cuci muka pake sabun dulu sebagai step awal. Iyes, saya memang se beginner itu soal skin care karena m.a.l.e.s.

Setelah sukses rutin cuci muka, saya pun mulai rutin untuk pakai skin care di pagi hari. Kadang pakai 4 step, tapi mostly 3 step.

(Baca juga: Review WonderPore Facial Foam)

Oh iya, for extra credit sekarang kalo keluar selalu pake bb cushion+lipstick! Supaya ga disangka anak sekolah lagi.

Untuk skin care ini, I pat myself on the back for 3 out 5 achievement. It is a new things for me and takes me nearly 30 years to do this routinely. Dulu biasanya ngga sampe seminggu udah ambyar.

Lingkup Family sekarang, Bonding time sama anak masih tetap dilakukan setiap hari. Maen, becanda berdua anak saja dilakukan setiap hari at least sepulang saya kerja selama 30 menit dan sebelum dia tidur. Aktivitasnya bisa macem-macem, kadang guling-guling, baca buku (10 little ducks atau Touchy feely book), main boneka atau nonton dan nyanyi bareng.

Sayangnya saya masih belum mampu untuk bikinin maenan anak anak kekinian, yang ala ala montesorri gitu. Sadar diri bahwa kreatifitas saya ngga disitu dan atuhlah lebih praktis beli kan? Ya kan? *nyaritemen

Jadi boleh ya dikasih nilai 4 out 5 untuk bonding time ini?

Family time! Ini alhamdulillah juga udah lumayan sering. Paksu sekarang suka mau leyeh leyeh di kamar bertiga aja di kamar. Ndusel ndusel bertiga dan ketawa ketawa. Biasanya dilakukan pas weekend atau pas sebelum tidur karena cici F selalu mau ditemenin sama bapak dan ibunya pas masuk kamar.

(Baca juga: Family Trip Ke Jawa Tengah)

Belum ada rencana untuk mini family getaway dalam waktu dekat. Tapi mungkin nanti harus dicoba untuk jalan jalan bertiga aja ke taman yang berada di Jakarta. And no gadget allowed kali ya, soalnya suka bete sendiri kalo saya lagi riweuh megang cici F dan bapaknya happily main henpon.

So whats the score for family bonding? 3 out of 5 deh ya.

Point ketiga adalah diet gadget yang fail. Sulit untuk menerapkan aturan tentang gadget karena;

1. cici F belum begitu ngerti saat dia distop atau gadget kita ambil, jadinya ya dia bakal nangis. Udah mulai tau sih tapi kalo saya ambil gadget dan langsung meluk dia, berarti sudah waktunya bobo.

2. Sebagai orangtua, kami masih gadget-an di depan anak. Dan di tempat tidur. How could we restrict it from the kid if we are not restrict ourselves? Jadinya kami juga masih lacking di point ini.

3. Sometimes we still use gadget as quick fix. Supaya anak anteng, supaya ga ngak-ngek. Most of the time, saya bisa sih tega, membiarkan dia nangis rewel atau frustasi karena suatu hal. I let her cry it out. Tapi ya orang rumah ngga bisa begitu. Cici F ngga boleh rewel atau merengek, makanya nawarin gadget jadi salah satu cara. Padahal kan ngga boleh begitu ya?

Jadi untuk gadget detox ini let’s say the score is 1 out 5. Because the problem is identified, solution is not yet found.

Move to blogging. Saya punya target untuk posting 8 post per bulan. Bulan Januari ini sudah ada 10 post diluar posting yang ini. Dari rerata 2 post per bulan, berarti bulan ini tumbuh 500%. Hoooray!! Semoga bulan depan makin rutin lagi, supaya tulisan saya lebih bagus dan lebih enak dibaca.

Saya belum analisa terlalu dalam sih, tapi page views saya bulan Januari naik secara signifikan. Jadi memang makin banyak konten, makin banyak pageview. Tapi pemegang top post masih dari salah satu review produk beauty.

Skor buat blogging 4 dari 5 ya ?.

Berhenti jadi silent reader juga sudah saya lakukan. Sebisa mungkin saya sempatkan komen di blog yang saya baca. Ngga terlalu banyak sih, mungkin 2-3 komen setiap hari.

Ada ngaruh ke traffic? Kalo liat dari referrer sih lumayan ya, minimal yang punya blog bales berkunjung dan komen balik. But no hurt feeling kok kalo memang ngga bw atau comment balik.

Nextnya harus bisa generate komen lebih banyak dan berkualitas sekaligus latihan nulis juga kan. Kasih skor 3 dari 5 ya.

So in total I have, 25 out of 40. Masih di B lah ya kalo mau dinilai pake huruf. Hahaha.

Soal TTC, ini masih stuck di trying, kan masa saya masukkin pake score juga disini. Conceiving kan ngga bisa dinilai.

Oh iya, bulan ini juga saya juga berhasil naikkin badan cici F sebesar 1 kg dalam waktu 3 minggu. Tipsnya nanti saya share di blog ya. Ini prestasi banget sih karena dari usia 15 bulan-an berat badannya mandeg di angka 8.8 – 8.9 kg.

Well, turn out this is a long post juga ya. Heuheu terimakasih yang sudah baca curhat buibu yang remeh ini. Kalo kamu apa yang kamu lakukan di Januari ini? Share di kolom komentar ya.

Love,

You may also like

Leave a Reply

Your email address will not be published.