H-43

Udah H-43, tapi masih belum semua fix. Bride to be udah sensik dan groom to be udah mulai senewen.

H-43 ini juga diwarnai sama berantem sama Mama gegara tipsnya buat catet pengeluaran ga diturutin. Plus berantem sama L gegara L merasa kurang diperhatikan.

Udah H-43 dan saya mau list apa saja yang udah dan apa saja yang belum. Siapa tau bisa meredakan kepanikan.

Continue Reading

Pilah Pilih Venue

Sepertinya one of the first thing that bride and groom to be does is deciding their wedding venue.
Tak terkecuali kami.

Sebetulnya urusan per-venue-an ini adalah the very first thing we did back in May. Tapi waktu itu hanya survey tempat saja.

Secara tempat pernikahan itu di sekitaran Cipanas Puncak, bye bye deh nyari review by internet. Dicari pake beberapa keywords yang keluar malah ga related.
Berbekal local knowledge, karena saya lahir dan besar di kawasan sana, akhirnya saya bikin shortlist tempat mana saja yang bakal jadi calon wedding venue.

Here we go…

Continue Reading

The Date is (FINALLY) set

Finally, lebaran kemarin papa saya mengeluarkan izin tanggal menikah. Setelah lihat di kalender, awalnya pernikahan akan dilakukan 5 September ini. Mepet yak? Bangeeet!

Kemudian saya keingetan kalo saya belum mengurus KTP yang hilang saat biz trip ke Surabaya. Mengingat rencana pernikahan yang akan dilakukan less than 3 months, walhasil saya tambah cuti (bolos) sehari dari cuti bersama lebaran buat urus KTP sekalian cekicek wedding venue.

Continue Reading

And They Finally Met – The Parents Meeting

Hai hai…

Jadi setelah mendiamkan tulisan ini di draft berbulan-bulan lamanya. Akhirnya saya meneruskan lagi menulis, (ga konsisten emang ih)

pic from here

Okay, seminggu setelah saya dan L menghadap orang tua saya, orang tua dan adik L datang ke rumah. Ceritanya silaturahmi dan mendekatkan dua keluarga gitu lah. Dari pihak saya, hanya ada saya dan dua orangtua, adik dan keluarga kecil kakak saya berhalangan datang.

Continue Reading