Pilah Pilih Venue

Sepertinya one of the first thing that bride and groom to be does is deciding their wedding venue.
Tak terkecuali kami.

Sebetulnya urusan per-venue-an ini adalah the very first thing we did back in May. Tapi waktu itu hanya survey tempat saja.

Secara tempat pernikahan itu di sekitaran Cipanas Puncak, bye bye deh nyari review by internet. Dicari pake beberapa keywords yang keluar malah ga related.
Berbekal local knowledge, karena saya lahir dan besar di kawasan sana, akhirnya saya bikin shortlist tempat mana saja yang bakal jadi calon wedding venue.

Here we go…

Continue Reading

The Date is (FINALLY) set

Finally, lebaran kemarin papa saya mengeluarkan izin tanggal menikah. Setelah lihat di kalender, awalnya pernikahan akan dilakukan 5 September ini. Mepet yak? Bangeeet!

Kemudian saya keingetan kalo saya belum mengurus KTP yang hilang saat biz trip ke Surabaya. Mengingat rencana pernikahan yang akan dilakukan less than 3 months, walhasil saya tambah cuti (bolos) sehari dari cuti bersama lebaran buat urus KTP sekalian cekicek wedding venue.

Continue Reading

And They Finally Met – The Parents Meeting

Hai hai…

Jadi setelah mendiamkan tulisan ini di draft berbulan-bulan lamanya. Akhirnya saya meneruskan lagi menulis, (ga konsisten emang ih)

pic from here

Okay, seminggu setelah saya dan L menghadap orang tua saya, orang tua dan adik L datang ke rumah. Ceritanya silaturahmi dan mendekatkan dua keluarga gitu lah. Dari pihak saya, hanya ada saya dan dua orangtua, adik dan keluarga kecil kakak saya berhalangan datang.

Continue Reading

When you know, you know

L beberapa hari lalu menanyakan kenapa pada akhirnya saya mau menikah dan menikah dengan dia.
Beberapa waktu lalu, saat hubungan kami sedang mengalami turbulensi hebat dan sempat mendarat darurat, saya memang pernah berpikir bahwa menikah bukan prioritas dan urusan jodoh tersimpan di pojok belakang otak.

Ndilalah, pemikiran tersebut tidak bertahan lama. Ketika L datang lagi, it only takes me one month and 1523 km being apart instead of separated by usual distance (elah, kebagusan-kemayoran kan ga jauh, G), saya merasa yakin untuk menjatuhkan hati dan janji untuknya. Selamanya.

Continue Reading

Hello!

 

Finally bikin blog baru juga 🙂

Jadi ceritanya, untuk fase baru di hidup saya, saya pengen banget itu well documented in writings. Sekalian latihan menulis lagi setelah sekian lama berkutat hanya dengan report dan analisa analisa ngehe. Plus juga jadi sarana eskapisme dan bereskpresi *halah*

Lalu, seperti biasa inspirasi datang di kamar mandi. Saya terpikir membuat satu blog lagi, khusus untuk cerita tentang kami dan apa yang kami hadapi setiap hari.

Kami tuh siapa ya? Kami artinya saya dan si calon suami. Saat ini kami sedang menyiapkan pernikahan yang inginnya dilakukan di awal Agustus. I know, it’s only a little over 2 months dan persiapan kami mungkin baru 10% saja. Tapi dengan kekuatan doa, kami yakin kok kami bisa melakukan itu (Haish, padahal masih harus nego orang tua)

Rencananya, saya akan update blog ini secara berkala. Semogaaa bisa konsisten yaa.

Cheers,

G – si nervous bride to be

Continue Reading