Bersih-Bersih Bersama Heloklin

Beberapa minggu lalu cici F sempat kena batuk pilek tanpa demam. Setelah beberapa kali muntah padahal udah minum obat pengencer dahak, akhirnya saya bawa baby F ke dokter anak langganan. Ndilalah yang diresepkan adalah jenis obat alergi, dan baby F sembuh dengan obat itu. Batuk reda, batita kembali ceria.

Saya sempat penasaran kira-kira apa pencetusnya tapi ya saya ngga cari tahu lebih lanjut karena anaknya udah sembuh. (Mommy fail!) Lagian cici F emang punya riwayat alergi. Jadi ya udahlah ya, sampai suatu pagi cici F bangun dengan bentol-bentol kecil di sekitar jidat. Padahal malemnya masih mulus dan saya yakin ngga ada nyamuk karena saya (yang rentan banget digigit nyamuk) ngga kena gigitan apapun.

Dari situ saya mulai curiga, jangan jangan ini tungau atau dustmites. Dulu sempat baca di explore IG tentang tungau dan si makhluk mikroskopik ini makan kulit mati kita yang tercecer. Apakah tungau ini menggigit kita? Ternyata ngga, hanya saja kotoran dan kulit tungau yang terkelupas bisa menjadi pencetus alergi. Alerginya bisa dalam bentuk bentol-bentol, batuk atau kalau yang punya asma, bisa jadi trigger kambuhnya asma.

Continue Reading

Februari 2018 in Review

Bulan Februari memang bulan yang pendek. Berasa cepeet banget bulan Februari abis dan tetiba udah Satu Maret aja. Tapi bukan berarti bulan Februari ini berlalu tanpa kenangan (ciee kenangan). Sebelum quick review kehidupan personal, saya jembreng dulu (un)achievement dari resolusi tahunan di bulan Februari ini ya.

Sesuai sama resolusi saya di awal tahun, ada 3 lini yang ingin saya improve; diri sendiri, blogging dan keluarga.

Continue Reading

Wisata Ke Candi Prambanan

Setiap kali kata Yogya terlintas di pikiran saya, saya langsung ingat dengan candi-candi yang berada di sekitar Jawa Tengah. Yah, kalo bukan candi Borobudur, Candi Prambanan lah yang teringat. Mungkin pelajaran sejarah zaman SD terlalu nempel di kepala jadi kalo Yogya = Candi.

Saat jalan-jalan ke wilayah Jawa Tengah, candi jadi salah satu poin yang ingin kami (Saya dan Mama L) kunjungi. Ya masa ke Jateng tapi ngga ke Borobudur atau Prambanan ya kan? Padahal sebetulnya sih ngga juga ga apa-apa. Setelah gagal masuk ke kompleks Borobudur karena kesorean, kami pergi ke Candi Prambanan di hari kedua setelah pulang dari Tamansari.

Continue Reading

Bahasa Kode

Tulisan ini sebenarnya terinspirasi dari sebuah posting yang muncul di feeds Facebook. Bercerita tentang seorang istri yang ngambek karena suaminya lupa jadwal pengecekan IUD. Ngambek sampai merajuk ala ala sinetron.

Komentar yang ada di postingan tersebut didominasi oleh kaum hawa yang mengiyakan ke-drama-an mereka. Kayaknya hanya beberapa yang sama dengan saya dan berujar “Saya gak gitu, kok!”

Bahasa kode yang digunakan perempuan ini mungkin saja berasal dari kebiasaan masa lalu, dimana perempuan kan selalu dikisahkan (atau dikondisikan) sebagai makhluk yang pasif dan restriktif. Saya malah pernah baca bahwa kadang diamnya perempuan adalah iya. Jadi kalo ngelamar dan si perempuannya diam, itu udah tanda diterima. Padahal siapa tau ya kan, diam tanda ngga mau.

Continue Reading

The Paper Magician Review

Apa buku fantasi bertema sihir yang paling kamu suka? Saya sih pasti Harry Potter. Berbicara cerita yang berhubungan dengan sihir saya pasti langsung terbayang tentang mantra sihir (Alohomora, Stupefy, atau Riddikulus!), ramuan (Draught of Living Death, atau Felix Felicis), dan tentu saja tongkat sihir (Holly and phoenix feather). Semua yang saya sebut adalah hal yang ada di dunia Harry Potter.

Ketika memutuskan untuk membeli The Paper Magician, saya sudah membayangkan akan bertemu lagi dengan pernak pernik sihir ala Harry Potter. But I was totally wrong. Magic in the Paper Magician is not the same magic we knew in Harry Potter. It is a different concept entirely.

Continue Reading