Pilah Pilih Busana Hamil

Saat hamil, tubuh perempuan memang berubah. Bukan hanya perut yang membesar, lingkar dada dan lingkar paha pun bisa kena dampaknya. Dulu, pas hamil cici F, perubahan badan saya tak terlalu kentara. Baby bump baru muncul saat usia kehamilan 7 bulan. Bagaimana dengan kehamilan yang ini? Perut sudah terasa begah bahkan di usia 3 bulan, sudah harus bilang bye-bye sama celana jeans andalan yang sebelum hamil terasa longgar. 

Kalo sudah begini, mau ngga mau saya mengeluarkan lagi koleksi baju hamil terdahulu. Setelah dicoba dipakai, ternyata ada yang harus direlakan karena bahannya ngga enak atau terlalu ketat di bagian paha. Lalu kemudian berburu di online shop atau department store saat jalan-jalan di akhir pekan. 

Apa yang harus diperhatikan saat memilih busana hamil?

Saya sih setidaknya memperhatikan bahan, ukuran, dan model busana. Bukan apa-apa sih, ibu hamil kan juga ingin tampil menawan tapi tetap nyaman. Untuk baju atau celana hamil,  saya masih pakai yang unbranded atau local brand karena ya memang masih banyak yang bahannya enak dengan harga yang nyaman di kantong. Tapi saya lebih selektif ketika memilih underwear. The price speaks a lot soal kualitas underwear ini. Hiks.

Bahan apa yang enak dipakai untuk ibu hamil? Katun is the best. Apalagi kalo bisa dapet yang 100% katun. Duh, itu super comfy. Kenapa super nyaman? Bahannya halus, ngga panas alias adem dan menyerap keringat. Saya pakai celana hamil berbahan katun dan katun twill. Sama-sama nyaman dan enak dipakai. Untuk atasan sendiri, bahan yang paling enak buat saya adalah bahan kaos yang menyerap keringat. Tapi saya ngga beli khusus buat atasan ini sih mengingat sekarang masih menggunakan baju sehari-hari saya. Katun juga top banget loh  untuk panties alias celana dalam. Bahan lain untuk panties yang cukup enak digunakan adalah viscose.

Hati-hati juga ketika menentukan ukuran untuk busana yang akan dibeli. Apalagi ketika pembelian dilakukan secara online. Ada baiknya kita ukur lagi ukuran badan kita sekarang supaya nanti bajunya ngga kegedean atau malah kekecilan. Untuk celana hamil sih, kebanyakan kan sudah pakai karet dan adjustable, jadi pas perut makin membesar kita bisa atur sendiri. Nah, yang agak pe-er sebetulnya urusan atasan alias baju. Saya agak pe-er karena badan termasuk kecil, jadi kalo beli baju satu set, kadang atasannya berasa terlalu besar di bagian lengan atas, tapi pas di lingkar dada dan perut. 

Ukuran apa saja yang harus diperhatikan? Untuk atasan sih sudah pasti lingkar dada. Kan ngga enak kalo kesempitan di situ. Apalagi kalo saya perhatiin sih, ukuran S/M/L biasanya ngikut ke lingkar dada. Untuk bawahan, lebih baik cek lingkar paha. Soalnya lingkar pinggang biasanya adjustable. Lingkar paha lah yang jadi acuan sekarang. 

Baca juga: Tentang Penampilan

Pertimbangan ketiga adalah model busana. Kenapa? Supaya tetap cantik menawan dong ah. Sebetulnya model busana ini sangat tergantung pada selera ya. Saya masih terlena di zona nyaman dengan model busana baby doll. Supaya bajunya masih bisa terpakai bahkan saat menyusui, pilihlah baju yang ada bukaan atau resletingnya. Jadi usia baju hamil kita bisa lebih panjang dari 9 bulan. Puas dan hemat juga, ya kan?  Untuk bra saya biasanya pilih yang bukaan atas dan dikait, supaya pas menyusui bisa lebih mudah diakses. Nah kalo buat panties, saya lebih cocok menggunakan yang high waist/briefs karena menutup perut dengan sempurna. Plus, lebih enak dipakai saat setelah operasi caesar. Untuk celana, saya prefer yang ada saku celananya, gampang kalo mau simpen ponsel atau uang. 

What I Have So Far

Sebetulnya, saya cuma punya beberapa busana hamil kok. Tapi Alhamdulillah cukup untuk kegiatan sehari-hari. Untuk celana hamil, saya punya 4 celana. Dua celana berbahan katun, satu berbahan katun twill dan satu berbahan jeans. Tapi yang berbahan jeans dari eve maternity ini ngga saya pakai karena terlalu ketat di bagian paha.

Satu yang berbahan katun berwarna abu-abu, unbranded yang saya beli di ITC Kuningan tahun 2016. Masih bisa digunakan dan berfungsi dengan baik. Harganya ngga sampai seratus ribu sepertinya waktu itu. Celana ini semi formal, jadi biasanya hanya saya gunakan jika ke kantor saja. Atasannya? Bisa dipadu padan dengan hampir semua warna karena abu-abu kan warna netral. Kekurangan dari celana ini adalah ngga ada saku celana. 

Celana berbahan katun kedua berwarna hitam dari Eve Maternity, dibeli di Zalora seharga Rp. 155.280. Bahannya katun stretch, tapi ngga terlalu ngepas badan ya. Jadi masih enak untuk dipakai. Handle this with care, karena ada bagian yang kemungkinan disetrika terlalu panas sehingga ada semacam ngejiplak gitu bekas setrikaannya. Tapi karena warnanya hitam jadi ngga terlalu ketara juga sih.  

Celana yang ketiga ini adalah celana yang paling sering saya pakai. Mereknya Mommymine, berwarna biru dongker alias navy. Judulnya sih celana kerja, tapi saya pakai buat jalan-jalan juga. Celana ini oke untuk dipakai perjalanan jauh, ngga ketat dan adem. Selain itu juga ada ukuran M dan L, jadi bisa disesuaikan sama ukuran kita juga. Kantong di kiri dan kanan sangat berguna karena cukup besar. Saya beli di shopee seharga Rp, 180.000, tapi pas saya nulis ini sih lagi diskon 10%. 

Untuk atasan, saya masih bertahan dengan atasan yang saya beli di tahun 2016 lalu. Dua baju berwarna biru yang saya beli di Blok M Square kalo ngga salah. Jangan tanya merek karena memang ngga ada mereknya. Bahannya katun, adem dan pas di saya. Harganya kalo ngga salah ingat hanya Rp. 70.000 saja.  

Saya juga satu baju setelan yang cocok dipakai kemana saja. Ini didapat dari salsamodiste seharga Rp. 159.000. Pembelian via shopee supaya gratis ongkir. Bahannya katun dan lembut banget, asalnya saya agak was-was takut bahannya kasar, tapi ternyata lembut dan adem. Ada tiga warna, navy, mocca dan abu tua. Saya pilih navy. Meski judulnya setelan, tapi saya suka pakai celananya aja untuk dipadu padan dengan baju lain. 

Untuk underwear, saya baru beli  bra dari Luludi saja. Luludi ini masih bagian dari groupnya wacoal. Saya kebetulan beli dari seri Luludi Maternal Love Maternity yang tanpa kawat dan bukaan atas agar bisa sekalian menyusui juga, tapi rasa-rasanya lebih enak yang dengan kawat. Waktu itu beli di Sogo, tapi pas saya cek di net ternyata tersedia juga di website resmi wacoal, lagi ada diskon hampir 50% pula. 

Untuk panties, hmm I got quite a collection this time. Pas hamil cici F, saya beli yang unbranded, cuma Rp 20.000 kalo ngga salah di PGC. Tapi pas mau dipakai lagi sekarang kok rasanya kurang nyaman karena sudah agak melar. Pertama beli merek Wacoal, modelnya hampir mirip dengan yang sudah banyak di pasaran dan saya miliki dari hamil cici F juga, tapi lama kelamaan karetnya suka bikin gatel atau terlalu nekan ke perut meski modelnya maxi.

Panties yang kedua dari Mothercare, Black and White Over the Bump Briefs. Beli karena impulsive buying, tapi ternyata enak dan adem. Menutup perut sampai atas, elastis dan ngga bikin sakit karena ngga pakai karet. Harganya memang cukup lumayan, Rp 349.000 untuk 3 pcs, tapi worth the price lah ya.

Photo taken from mothercare.co.id

Panties berikutnya dari Mooimom, beli yang seri Lace Highwaist  Maternity Brief. Panties yang ini juga enak dipakai, berbahan serat viscose dan spandex membuat underwear dari mooimom ini elastis dan adem. Harganya Rp 89.000 per pcs.

Panties selanjutnya saya dapatkan di Uniqlo, niatnya mau beli celana hamilnya, tapi saya kurang suka modelnya karena terlihat terlalu besar. Eh saya malah jatuh cinta dengan underwearnya si Women High Waist Maternity shorts. Berbahan katun dan spandex, jadinya celana terasa lembut dan yang pasti adem. Harganya 129.000 per pcs.  

Wah, bahasan busana hamil ini ternyata lumayan panjang juga ya. Semoga ga bosen bacanya. LOL. 

See you on the other post, 

Leave a Reply

Your email address will not be published.