Q2 2018 in Review

Hulo readers (ge-er banget berasa post ini bakal ada yang baca). Setelah beberapa bulan ini vakum menulis di blog, dengan postingan suka-suka itu dibuat di bulan Maret. Akhirnya terkumpul kembali niat dan inspirasi untuk menulis sesuka hati. Memang sih blognya ga sepi banget ada content placement dan post collab, tapi posting itu lebih karena komitmen. Nah untuk memulai kembali semangat menulis, saya mau review saja apa yang saya lakukan di Q2 alias bulan April-Mei-Jun, saya sempilin bulan Maret juga deh ya gapapa.

Sangat sangat perlu diakui kalo kehidupan saya empat bulan terakhir ini jauh banget dari resolusi yang saya tulis di awal tahun. Padahal kan progressnya sudah lumayan ya meski sempat turun. Di lini pengembangan diri aja, soal baca buku, being more organized, dan skin care routine. Rasanya kok blas aja gitu stop di bulan Maret.

(Baca juga: February 18 in Review)

Saya terakhir menamatkan baca buku itu adalah Trilogi Dilan, karena penasaran setelah filmnya meledak di pasaran. Satu satunya buku berbahasa asing yang saya baca di bulan April adalah Through My Daughter Eyes. Bulan Maret saya membaca 8 buah buku, di tengah buku berbahasa asing, saya menamatkan buku barunya Raditya Dika, Ubur-Ubur Lembur. Lalu blas ngga baca buku lagi dari Mei – Pertengahan Juli ini.

On being more organized, to do list ngga saya lanjutkan di bulan Maret, tapi catatan keuangan masih rapi hingga Mei, bulan Juni-Juli ini banyak sekali pengeluaran tak tercatat.

Soal skin care, hmm skin care itu apa ya? Setelah menggunakan 2 jenis toner rutin selama Maret, bulan April- Juli saya balik lagi ke yang dulu, cuci muka pake sabun aja kalo lagi inget. Bye bye deh sama toner, serum, moisturizer dll.

Lini Blogging, setelah sukses menelurkan 7 postingan organik di Maret, bulan April-Juni hanya sekilas sekilas saja. Ada muncul 1 atau 2 lalu lenyap lagi di permukaan. Blogwalking pun hanya menjadi silent reader saja, traffic bulanan turun tapi kemudian jadi stabil di angka tertentu karena post produk review.

Lingkup keluarga, bonding sama cici F berjalan seperti biasa, ada masanya dia lengket banget sama mamanya, ada masanya apa apa bibi. Tapi sukses naik berat badan saat Lebaran meski tanpa bibi. Family time, hmm sempet beberapa kali silang pendapat sama misua, dan bulan bulan terakhir dua-duanya sibuk sama kerjaan tapi all is well kok. Gadget diet for cici F? Masih gagal hahaha. Malah kok kayanya sekarang jadi ketergantungan gitu kalo tidur harus nonton ipad. Tapi sekarang sih dia paling merengek bentar aja pas ipad diambil, lalu bobo dengan sukses 15 menit kemudian setelah dapet posisi enak dan diusap usap punggungnya.

Beberapa bulan ini pekerjaan di kantor memang cukup padat. Kecuali pas bulan puasa yang terbilang selow meski kuesioner buat di-entry menggunung. Seriously, kuesioner baru kelar di-entry menjelang libur lebaran banget. Lebaran usai ya on fire lagi buat ngefield.

(Baca juga: Nostalgia Mudik)

Ngomongin soal keluarga, akhirnya lebaran ini saya mudik! Memang yang ikut mudik hanya saya dan cici F saja, tapi kegiatan kami di hari raya idul fitri sampe h+2 subuh cukup padat. Hari raya saja saya sempat ikut kumpul keluarga besar L di Cibubur, terus kumpul keluarga part 2 di daerah Jonggol sebelum dijemput Papap jam 7 malam. Sampai Puncak jam 10 malam, dan berangkat ke Garut jam 3 subuh. Di jalan sampe 7,5 jam aja dong, dan kami kembali ke Puncak jam 8 malam dan sampai dengan selamat jam 3 subuh.

Selain itu, cici F soon to be a real big sister. She’ll have sibling this end of year. Yak, jadi salah satu penyebab (atau kambing hitam?) rutinitas saya jadi ngga beraturan adalah karena adanya dua garis di test pack. Trimester pertama memang mual sepanjang waktu, bahkan nafsu makan saya yang sempat membaik, kembali memburuk di bulan kelima ini.

Saya akan nulis mengenai second pregnancy ini soon ya. The soonest I can do banget deh. Haha.

So that’s my personal life review during Q2. Kalo kamu? 3 bulan ini kemana saja dan ngapain saja?

Love,

Leave a Reply

Your email address will not be published.