My (Current) Guilty Pleasure

Hola!

Been months ngga ngeblog nih padahal ide ide buat nulis post berseliweran di kepala. Sekalinya ngepost, malah kepikiran untuk nulis soal guilty pleasure. Duh ya, abis lebaran gini tapi nulisnya malah ada guilty dan pleasurenya. Hahaha.

Okay, setiap orang pasti lah ya suka melakukan sesuatu yang disadari bahwa itu ngga guna atau norak atau ngga approriate, tapi tetap dilakukan.  Disini saya mau cerita beberapa hal yang sebetulnya saya sadari ngga terlalu berguna, norak tapi ngangenin and I do it almost everyday.

 

Continue Reading

Hijab Instan, Hijab Kekinian

Pernah merhatiin ngga sih soal fesyen perkerudungan di Indonesia? Sepertinya tren  styling kerudung dimulai tahun 2000-an ya meski saat itu terbatas pada acara formal dan suka dibilang kerudung yang dililit-lilit. Styling kerudung mulai nge-heits di era Dian Pelangi dimana ke kantor atau kampus aja ngga lagi pake kerudung yang simpel tapi ada seninya. Dari yang biasanya pake peniti di bawah dagu, kemudian bergeser ke pipi. Gaya kerudung tumpuk juga populer banget dan tutorial hijab juga bertebaran di social media. Bahkan tren ini kemudian menelurkan istilah baru, HIJAB. Semacam ada identifikasi sendiri yang berkembang di masyarakat dimana pengguna hijab itu berbeda dengan pengguna jilbab atau pengguna kerudung. Hijab itu identik dengan yang gaya, dengan fesyen, baik street style atau haute couture. 

Dunia fesyen Indonesia kemudian diramaikan dengan kategori baru yang menyasar Muslim dari kelas menengah – atas. Desainer lokal yang mengkhususkan diri untuk fashion muslim bermunculan, dari mulai Dian Pelangi, Ria Miranda, sampai ada artis yang bikin muslim clothing label. Tren perhijaban ini ngga hanya muncul di tingkat kelas menengah atas dengan label harga yang bikin pusing kepala. Tapi juga untuk pengguna kerudung yang masih mengandalkan kerudung dengan harga dibawah 20ribu. Dulu yang kalo kita mau beli kerudung paling cuma bisa bilang katun atau bergo kaos, kemudian tiba-tiba jadi ada kerudung paris, ada pashmina, ada paris motif abstrak, kerudung satin, kerudung yang berglitter sampai ke ciput arab atau anti tembem. Thamrin city lantai bawah diserbu pengguna dan penjual kerudung atau hijab atau jilbab karena bisa beli kerudung dari yang 100 ribu dapat 6 sampai pashmina turki yang harganya 500ribuan.

Continue Reading