Do and Don’ts dalam DIY Project demi Weekend Produktif

Ada ide apa untuk weekend kali ini? Travelling seru dengan keluarga? Staycation dalam kota? Eh tapi kondisi keuangan bikin meringis.

Santay, weekend di rumah pun tak mengapa. Apalagi kalo sambil mengerjakan sesuatu yang bermanfaat dan menghasilkan. Akhir-akhir ini saya sedang berburu proyek-proyek DIY untuk weekend produktif yang semoga bisa saya coba. Darimana idenya? Pinterest!!

Aplikasi yang satu ini memang sangat memudahkan kita dalam mencari ide-ide unik nan berguna. Apalagi ketika mengetik keywords DIY, hasilnya sangat memanjakan mata.

Tapi sebelum kalap nyoba DIY, simak dulu yuk do and don’ts dalam ber-DIY.

Do: Buatlah proyek DIY sesuai kemampuan. Jika bakatmu ada di gunting-tempel, buatlah proyek DIY yang melibatkan gunting, lem dan berbahan dasar kertas atau kain. Ini akan memudahkan proses pengerjaan DIY.

Dont: Memaksakan diri demi terlihat sebagai penggiat DIY tersakti. Hidup memang penuh dengan pencitraan kan ya zama sekarang, but we dont need to succumb to temptation. Akui dan legowo kalo mungkin bakatmu bukan di DIY crafts (seperti saya). Terima saja kalo memang belum bisa menjahit, jangan memaksakan bikin DIY yang melibatkan mesin jahit jika masukkin benangnya aja masih setengah jam sendiri dengan alur jahit yang masih belok-belok. Masih banyak kok ide DIY no sew alias yang tanpa jahit menjahit.

Do: Buatlah barang-barang yang memiliki fungsi. Kenapa? Supaya ada kepuasan tersendiri ketika menggunakannya dan rasa bahagia berhasil bikin sendiri akan berlangsung lama.

Dont’s: Membiarkan barang hasil DIY teronggok di pojok ruangan. Selain menambah sarang nyamuk, barang DIY yang tidak digunakan dan dianggurkan begitu saja hanya menambah sampah. Buat apa bikin DIY kalo hanya tambah sampah kan?

(Baca Juga: Posting Personal Thought Tentang Resign)

Do: Manfaatkan barang bekas. Menyadari banyak barang tak terpakai di rumah? Yuk di list apa saja yang bisa kita re cycle dan cari benda apa saja yang bisa kita buat sendiri dari barang bekas tadi. Dengan begini setidaknya kita mengurangi kontribusi sampah.

Dont’s: Yang ini sebetulnya relatif sih ya, tapi buat saya you don’t need to spend too much money on a DIY project. Karena dalam pikiran saya, DIY = Recycling. Tapi ini balik lagi sih ya, karena memang ada beberapa orang yang hobinya crafting dan buat mereka there’s no price too high untuk beli peralatan craft.

Well, itu Tiga Do’s and Don’ts dari saya mengenai DIY demi weekend produktif.

See you on another post,

Edit

Tulisan ini merupakan bagian dari kebbloggingcolab kelompok Raisa dengan trigger dari Mak Merida tentang Weekend Produktif dengan Baju Bekas

Yuk, cek posting-an temen-temen KEB lainnya:
1. Weekend Produktif dengan Botol Selai Bekas oleh Mak Ery

2. Menyulap Kaleng Bekas di Weekend Produktif oleh Mak Farida.

3. Weekend Produktif dengan Membuat Sarung Bantal dari Kemeja Bekas oleh Mak Winarni

4. Membuat Treasure Box di Weekend Produktif oleh Mak Dira

5. DIY Tissue Pouch Agar Weekend Produktif oleh Mak Ima

You may also like

4 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published.