What’s up, 2018? 

It’s day one of a new year!!

Gimana malam tahun barunya? Saya sih sukses terbangun beberapa kali karena bunyi kembang api yang berdentum kayak di medan perang. Kembang api yang kemudian membangunkan baby F beberapa kali padahal tahun lalu dia bisa sound asleep di tengah hingar bingar.

Oh well, mumpung masih hari pertama dan hawa hawa tahun baru masih berasa, let’s write up on personal target for 2018. Ada beberapa hal yang pengen saya raih dalam tiga segmen kehidupan saya; personal development, family dan blogging.

Personal Development

Saya sadar banget kalo tahun 2017 ini saya jarang baca buku. Fanfic? Masih banget. E-book? Cuma 10 buku. Buku fisik? Kayaknya less than 10. Buku buku yang dibeli di BBW 2017 pun masih teronggok begitu saja, dari sekian buku yang saya beli, hanya 3 yang baru saya baca.

Jadi untuk 2018 ini saya targetkan untuk baca buku minimal satu per minggu. Jika ini terpenuhi seenggaknya saya sudah baca 52 buku dalam satu tahun.

Selain itu, saya juga harus lebih terorganisir. Ini sebenarnya sudah mulai saya lakukan dengan pakai to do list app dari beberapa bulan lalu. Apalagi pas kerjaan lagi numpuk numpuknya. Si app ini cukup membantu untuk keep track apa aja yang harus kita lakukan.

Must do skin care routine. Saya termasuk golongan yang angot-angotan masalah penggunaan skin care, tapi kan ini termasuk salah satu investasi masa depan juga. Jadi mari kuatkan tekad dan implementasikan rutinitas skin care ini. Selain  itu saya juga harus treat psoriasis saya regularly. Supaya ngga terus menerus ngeflare.

Family

Pulang kerja kemudian leyeh leyeh adalah dambaan para ibu bekerja. Tapi saya sadar banget kok kalo saya ngga bisa ngelewatin golden age baby F. So, bonding time is a must.

Saya sebisa mungkin meluangkan waktu minimal 30 menit untuk main berdua saja sama baby F. Ini memang sudah dilakukan beberapa bulan ke belakang setiap saya pulang kerja, baby F juga kayaknya sudah menganggap itu sebagai salah satu rutinitas karena kadang dia sendiri yang ngajak saya ke kamar dan dadah dadah sama orang lain di ruang tengah.

Selain itu, family time yang hanya dengan keluarga inti juga harus dirutinkan. Tinggal di multiple family household memang membuat tantangan tersendiri untuk inner family bonding. But still, we must have it, no? Gak perlu yang high maintenance macem liburan bertiga doang ke pulau seberang, tapi main bertiga aja di kamar juga sudah cukup ?.

Hal lain yang perlu dilakukan adalah digital diet. Baby F sudah mulai menunjukkan tanda tanda ketergantungan gadget. Selalu minta nonton youtube kalo liat hape. Jadi harus dibilangin ke baby F dan seisi rumah bahwa penggunaan digital dibatasi. Apakah akan berhasil? Let’s see.

Goal terbesar di 2018 untuk segmen family adalah saya dan L ingin punya anak kedua. Jadi kami harus trying to conceive dan memang diniatkan banget. Tapi kayaknya sih belum sampe program hamil yang konsul ke dokter kandungan, mungkin 6 bulan pertama saya coba pake cara cara sendiri dulu. Baru kalo udah ga berhasil kita cari opini dokter.

Blogging< elama 29 bulan blog ini ada, saya cuma menulis 61 postingan, jadi rata-rata hanya 2 blog post per bulan selama 2 tahun lebih? ???. It's unacceptable. I know I could do more. Jadi di 2018, saya akan nulis blog lebih sering. Minimal 2 post per minggu alias 8 post per bulan.  Konten blog biasanya berbanding lurus dengan page views, jadi semakin sering nulis maka semakin banyak pula yang berkunjung.

Saya memang kepikiran untuk monetize blog ini via adsense atau apa gitu, kalo soal partnership memang pernah ada beberapa yang nyangkut dan semoga akan ada kerjasama lagi di tahun depan. Tapi untuk monetize via adsense kayaknya saya harus rutinkan dulu buat posting kontennya supaya bisa lolos seleksi.

Saya sering blog walking tapi suka males ninggalin jejak. Padahal kan lumayan kalo ada kunjungan balik dari empunya blog yang saya baca atau dari visitor lain. Oleh karena itu 2018 ini saya harus berhenti jadi silent reader. Tinggalkan jejak di blog yang dibaca dan lebih aktif lagi untuk blog walking.

Hmm, sudah 9 resolusi saya di 2018. Semoga semua itu bisa saya wujudkan. Nanti di tengah atau penghujung tahun 2018 saya tuliskan lagi review dari resolusi ini ya.

Cheers,

You may also like

5 Comments

  1. Wah, iya tuh digital diet perlu. Anakku juga mulai kecanduan YouTube. Akhirnya saya batasi, sehari cuma boleh 30 menit. Dipasangin alarm, kalp alarmnya bunyi harus berhenti. Lumayan sih meskipun masih sering kecolongan.

    Anyway, semoga resolusinya tercapai semua ya.. Good luck! ?

Leave a Reply

Your email address will not be published.