Review: The Body Shop Fuji Green Tea Hair Scrub

Semasa saya kuliah, perawatan rambut biasanya menjadi hal yang tidak terlalu saya prioritaskan. Karena saya menggunakan kerudung yang otomatis menutup rambut jadi saya suka malas-malasan mengurus yang katanya mahkota wanita ini. Iya sih, saya suka menyisihkan uang untuk creambath saat kuliah dulu, tapi itu karena mengincar pijatan mba-mba salon di kepala dan pundak.

Setelah bekerja, dan ketika psioriasis mulai memberat di area kepala, saya mulai memperhatikan kesehatan rambut. Creambath atau hair spa rutin saya lakukan sebulan sekali. Pada masanya saya sempat menggunakan produk perawatan rambut yang cukup lengkap, shampoo, conditioner, vitamin sampai serum rambut. Tapi karena budget lumayan tinggi, saya kembali lagi saja ke basic. Shampoo dan conditioner jadi dua produk yang biasa saya gunakan.

Hingga saat saya menemukan The Body Shop Fuji Green Tea Hair Scrub. Hah? Hair scrub? Awalnya saya juga kurang familiar. Apalagi saat itu pembelian produk yang satu ini memang sedikit impulsif. Tapi saya berpikir, kenapa ngga saya coba? Kebayang kan enaknya ketika saya melakukan body scrub di rumah, kulit kepala dan rambut saya juga mendapatkan treatment yang serupa.

Read more

Sojourn Tales: 2 Malam di Mell’s Home Yogya

Saat saya dan keluarga bepergian akhir bulan Juli lalu ke daerah Jawa Tengah, pilihan saya jatuh pada sebuah rumah vakansi alias rumah sewa (homestay). Memang sih dari awal sudah membandingkan harga dan lokasi antara menginap di hotel dengan menyewa 4 kamar, atau mencari rumah sewa saja.

Menginap di Mell's Home Yogya

Saya menelusuri beberapa online travel agent untuk mencari rumah vakansi di Yogya. Listnya sebetulnya cukup banyak tapi at the end ada 4 yang mencuri perhatian dan masuk list. Oh iya saat itu saya membandingkan hanya dari airbnb dan booking.com. Tapi karena lebih mudah menghitung tanpa harus konversi mata uang, saya memilih menggunakan aplikasi booking.com.

(Baca juga: Antara Hotel dan Rumah Vakansi)

Cap cip cup kembang kuncup, setelah beberapa malam diskusi sama suami dan mama mertua, kami pun akhirnya memutuskan untuk menginap di Mell’s Home. Kenapa saat itu saya memilih Mell’s Home? Hal pertama yang dipertimbangkan adalah lokasi, karena setelah check out dari Yogya kami akan transit dulu ke Sragen sebelum meneruskan perjalanan ke Semarang, maka kami memilih lokasi yang ngga terlalu jauh dari batas Yogya – Solo, at least di map sih bilang gitu.

Perjalanan Jakarta – Yogya ditempuh selama 8 jam saja. Itupun sudah termasuk dua kali berhenti. Perhentian pertama di Empal Gentong Amarta Cirebon, yes kami bela-belain keluar tol untuk makan siang, dan perhentian kedua di Rest Area daerah Semarang.

The Arrival

Sebetulnya, tidak lama setelah proses booking selesai, Mba Efi dari Mell’s Home mengontak saya via Whatsapp untuk memperkenalkan diri. Saya pun menanyakan beberapa hal mengenai Mell’s Home, termasuk juga tentang ketersediaan handuk dan kemungkinan kami datang malam-malam.

Saat hari H, Mba Efi juga mengkonfirmasi kembali jadwal kedatangan karena harus berkoordinasi dengan Mba Wasini yang pegang kunci rumah. Mba Efi pun berbaik hati menawarkan untuk menelpon Mba Wasini ketika kami sudah dekat.

Proses check in berjalan mulus. Mba Wasini sempat melakukan room tour sekilas bagi saya. Kesan pertamanya adalah homy dan rumah yang cantik.

Ruang Tamu

The Stay

Begitu memasuki rumah, kita akan disambut ruang tamu yang didekorasi cantik dengan dekorasi kayu. Sebuah dinding memisahkan antara ruang tamu dan ruang keluarga. Clear division between public and private area.

Masuk ke dalam, kita akan disuguhi oleh ruang keluarga dan ruang makan yang homy. Sofa set yang empuk menawan kita untuk duduk melepas lelah sambil menonton TV. Ruang makan sendiri dilengkapi dengan bangku dan meja kayu.

Mell's Home Jogja

Di belakang sofa, ada tersimpan berjejer kulkas, dispenser dan sebuah dry island (kalo ga salah istilahnya ini) untuk simpan makanan kering dan juga ada mug-mug yang digantung cantik.

Mell's Home Jogja

Di ruang tengah, ada pintu kaca ke sebuah halaman kecil dan dapur luar. Plus satu kamar dan kamar mandi.

Mell’s Home sendiri memiliki 4 kamar, dimana 2 kamar memiliki kamar mandi luar dan 2 kamar dengan kamar mandi dalam. Semua kamar dilengkapi tempat tidur ukuran queen, meja sudut samping tempat tidur dan gantungan baju slash rak terbuka. AC yang ada di kamar cukup dingin,sayang selimut di salah satu kamar kurang tebal dan lebar.

Salah Satu Kamar

Semua ruangan terjaga kerapihan dan kebersihannya. Apalagi ternyata Mba Wasini juga datang setiap hari untuk beberes dan membersihkan rumah. Senang deh, pas pulang plesir, rumah sudah rapi dan bersih.

The Departure

Kami check out pada Senin pagi karena akan ke Sragen. Proses check out berlangsung mulus dan tinggal memanggil Mba Wasini saja untuk menyerahkan kunci. Pembayaran sendiri sudah saya selesaikan via transfer bank begitu check in. Karena saya memang menggunakan fasilitas booking di booking.com jadi pembayaran memang dilakukan di tempat tujuan.

The Conclusion

It is a memorable stay. Saya senang sekali menginap di Mell’s Home Yogya. Rumahnya bersih, rapi, lokasi rumah yang ngga terlalu ramai tapi juga ga terlalu sepi apalagi fasilitas yang disediakan juga cukup lengkap. Hostnya juga ramah dan welcome.

Kekurangannya mungkin hanya garasi yang hanya cukup untuk satu mobil. Tapi ya kalo mau bawa keluarga besar juga sepertinya ngga cukup juga di Mell’s Home, harus nyari rumah yang lebih besar lagi meski Mell’s Home juga cukup luas. Cukup untuk kami yang datang dengan 7 dewasa, 1 balita dan 1 bayi.

So, I gave 9.5 out of 10 for staying at Mell’s Home.

Untuk yang lebih pengen tahu soal Mell’s Home bisa di cek via booking.com, traveloka, atau airbnb.

Kalo kamu pengguna baru di booking.com bisa gunakan kode referral giftal19 atau klik disini supaya bisa dapat reward 10%.

See you in other journey,

Scriptake: Bajak Laut dan Mahapatih

Scriptake

Buku Bajak Laut dan Mahapatih adalah buku pertama yang saya beli di 2019. Semenjak lebih menyukai buku berbahasa asing dan berkenalan dengan netgalley, saya jarang sekali beli buku. Tapi begitu tahu dari Instagram penulisnya jika versi ebooknya sudah release, saya langsung gercep menuju Playstore.

Seperti yang pernah saya tulis sebelumnya, tidak banyak buku berbahasa Indonesia yang saya suka dan saya bela-belain untuk beli. Salah satu penulis tanah air yang tulisannya saya ikuti, baik di blog atau artikel parenting, adalah Adhitya Mulya. Perkenalan saya dengan penulis satu ini dimulai dengan buku Jomblo dan Gege Mengejar Cinta. Love those books karena ceritanya ringan dan takaran komedi yang pas.

Read more

Alas Main: Dr Bebe Playmat Review

Saya kira di kelahiran anak kedua, saya ngga akan beli baby gear atau perlengkapan bayi lagi karena masih ada yang punya kakaknya. Tapi ternyata, keinginan bebelian tak terbendung. Alesannya apa sih? Kadang karena perlu, kadang karena ya lucu aja sih. Hehe.

Read more

Newborn Essentials: Little Palmerhaus Wonderpad Review

Pengalaman hamil dan melahirkan anak kedua kemarin membuka mata kalo industri perlengkapan bayi berkembang cepat. Pas belanja barang kebutuhan bayi akhir tahun lalu, saya mendapati merek merek baru plus barang-barang baru juga. Salah satu barang yang baru saya temui adalah alas ompol dari Little Palmerhaus ini.

Read more