Health

Ketika Anak Demam

September 6, 2019

Sebagai seorang ibu, ketika melihat anak kita sakit, rasanya sedih sekali. Sedih melihat kondisi anak yang lemes dan rewel, dan sedih karena suka merasa gagal merawat anak. Salah satu gejala penyakit yang kerap diderita oleh anak adalah demam.

Yha, bukan sesuatu yang mengagetkan lagi kalo anak sumeng ketika dia overstimulus tapi kemarin itu, anak kedua saya, Fath demam hingga 40.5 derajat Celcius. Memang anaknya sudah mulai hangat di Jumat siang, Jumat malam langsung naik ke 38.5 – 40.5. Sabtu pagi, masih naik turun di rentang 39 – 40 derajat hingga akhirnya saya langsung memutuskan untuk pergi ke dokter.

Demam Pada Anak

Biasanya saya menunggu 2 – 3 hari sebelum memeriksakan anak ke dokter karena demam, apalagi memang sepertinya ada diare karena tekstur pupnya cair. Tapi kali ini meski baru satu hari menurut saya udah waktunya ke dokter. Memang sih ada beberapa pendapat yang menyarankan kita agar ngga terlalu panik menghadapi demam pada bayi, but well, my instinct said so. Pertimbangan saya adalah karena Fath baru berusia 9 bulan dan demamnya sudah sempat menyentuh 40.5 derajat celcius.

Saat periksa ke dokter, memang ada infeksi usus jadi Fath diresepkan antibiotik, anti diare dan probiotik. Alhamdulillah, tepat seminggu dari hari pertama Fath demam dan sudah berangsur sembuh meski tekstur pupnya belum sepenuhnya normal.

(Baca Juga: Alat kesehatan bayi, apa aja sih?)

Menghadapi demam pada bayi dan anak memang kadang ngeri. Takut berimbas ke syaraf, atau gimana-gimana kan. Jadi apa yang harus disiapkan orang tua saat menghadapi anak yang demam?

Demam pada anak

Thermometer

Ini adalah benda wajib yang harus ada di rumah untuk mengukur suhu anak, jangan mengandalkan punggung tangan atau perasaan. Sekarang harga termometer digital kan makin terjangkau jadi usahakan banget beli dan jadikan peralatan wajib di rumah.

Konon katanya, termometer yang dikepit di ketiak lebih akurat dari pada termometer telinga, tapi ya Buibu kadang anak-anak ngga mau berlama-lama menjepit sesuatu di ketiak, jadi termometer telinga adalah termometer yang cukup praktis. Eits, jangan sampai lupa simpan ya, biar ngga kelabakan ketika membutuhkan termometer.

Obat Penurun Panas

Obat penurun panas adalah obat yang juga harus ada di kotak P3K rumah. Meski dengan tersedianya obat ini di rumah, kita tentu punya parameter sendiri kapan harus diberikan. Saya biasanya memberikan obat penurun panas ketika suhu anak sudah di 39 derajat celcius atau anak sudah mulai terlihat lemas.

Saya sendiri stok 2 jenis obat penurun panas di rumah. Obat pertama yang biasanya saya gunakan adalah parasetamol syrup tapi jika parasetamol syrup tidak dapat bekerja dengan baik, biasanya saya memberikan ibuprofen. Dosisnya silakan tanya DSA masing-masing ya. Untuk ibuprofen sendiri hanya diberikan setelah si anak selesai makan karena bisa bikin asam lambung meningkat.

Mental

Selain perlengkapan kesehatan, yang juga harus disiapkan adalah mental. Jangan mudah panik karena panik akan membawa kita kepada situasi-situasi yang merepotkan diri sendiri. Siap-siap juga untuk menjaga mental supaya ngga ikutan stress menghadapi anak sakit yang suka lebih rewel dari biasanya.

Saat sakit, anak merasa tidak nyaman, dan berimbas pada bertambahnya frekuensi merengek atau nangis. Ada yang biasanya anteng, jadi grumpy, ada yang kalo tidur bisa langsung tidur tinggal tepuk-tepuk pantat, jadinya harus diayun-ayun di gendongan. Belum lagi kalo kakaknya juga jadi mencari perhatian. Yuk, menghela nafas sebentar, bergantian dengan support system yang tersedia, agar kita tetap waras.

Mental Health

Stamina

Ketika sakit, biasanya istirahat anak jadi terganggu, sebentar-bentar bangun dan ingin digendong. Nah, jika terjadi malam hari biasanya orangtua juga ikutan bangun dong. Belum lagi orang tua lah yang juga kena exposure bakteri atau virus karena menjadi caretaker utama.

Makanya stamina kita penting dijaga extra saat menjaga anak sakit. Tetep harus makan teratur, minum yang banyak dan juga konsumsi suplemen jika dirasa perlu.

Daya Pikir

Hal lain yang harus juga disiapkan secara optimal adalah daya pikir. Saat menemani anak yang sakit, daya pikir kita sebagai orang tua rasanya diuji banget. Apalagi saat yang sakit adalah bayi. Duh, kita harus bisa berpikir jernih agar bisa memutuskan apa treatment yang tepat untuk anak kita yang hanya punya satu bahasa; menangis.

Kita pun kadang harus puter otak bagaimana caranya membuat anak nyaman, mau menelan obat dan bisa tidur dengan nyenyak. Ini ngga akan bisa terlaksana maksimal kalo daya pikir lagi melambat. Supaya daya pikir on terus gimana? Balik lagi ke awal sih memastikan kondisi mental kita bagus dan stamina kita juga terjaga.

Selain dari itu, apa yang bisa kita lakukan ketika anak demam? Nih saya punya list rangkumannya

  1. Pakaikan pakaian tipis dan gampang menyerap keringat, jangan justru dibuntel dengan pakaian tebal, kasian nanti anaknya bisa kepanasan.
  2. Mandikan dengan air hangat, anak yang demam boleh mandi loh, justru bagus untuk meluruhkan kotoran yang menempel di kulit dan bikin si anak nyaman karena setelah mandi badan dia menjadi lebih dengan segar
  3. Pastikan asupan bagi anak tercukupi. Iya, iya kalo lagi sakit anak biasanya lebih sulit makan, tapi pastikan asupan cairan seperti susu atau ASI tetap terpenuhi sehingga anak terhindar dari dehidrasi.
  4. Pastikan suhu kamar tetap sejuk, supaya apa? Ya supaya anaknya nyaman dan bisa beristirahat dengan baik.
  5. Bagaimana dengan konsumsi obat penurun panas? Boleh saja diberikan, tapi dosisnya harus sesuai dengan petunjuk dokter.
  6. Kapan ke Dokter? Seperti yang sudah saya utarakan di awal, biasanya sih kalo saya ke Dokter ketika sudah 3 hari demam tak kunjung turun, atau ketika suhunya sudah sangat tinggi. Kenapa biasanya menunggu tiga hari? Well, karena demam bukanlah penyakit tapi salah satu gejala penyakit. Demam juga biasanya menunjukkan bahwa tubuh sedang menyerang sel-sel penyakit yang mana jika lebih dari tiga hari tapi masih demam, maka tubuh seyogyanya dibantu dengan dukungan obat untuk melawan penyakit.

Jadi, sekarang sudah siap untuk berhadapan dengan demam? Tapi meskipun kita siap, semoga anak-anak kita dihindarkan dari penyakit ya BuIbu.

See you on the next post,

Only registered users can comment.

  1. Beneeer, cemas banget kalo anak sakit ya.
    Thermometer dan obat penurun panas itu memang wajib banget ada di rumah. Jadi inget dulu anakku tengah malam tiba2 demam, obat penurun panas habis belum beli, mau tanya tetangga sungkan karena sudah tengah malam, akhirnya ke RS tengah malam buat beli obat penurun panas. Sampai rumah lagi baru mikir, kenapa nggak minta diantar aja obatnya ya ke rumah daripada tengah malem ke RS. Saking paniknya sampai nggak kepikiran waktu itu haha 😀

  2. sampai 40,5 derajat suhunya, kalau saya mungkin sudah panik mbak. Soalnya anak pertama dulu pernah panas, sampai kejang juga. Sejak kejadian itu, kalau anak panas, langsung deh pikirannya jelek terus, takut dia kejang lagi.

    Alhamdulillah, masa-masa itu sudah lewat

  3. Nah faktor psikis si ibu nih, penting banget dimanage agar tidak panik berlebihan. Ya mana ada sih ibu yang tidak khawatir saat anak deman? Aku udah ngerasain banget berturut-turut selama 5 tahun, ketika anak-anak masih balita, bolak-balik sakit melulu.
    Sembari melakukan tips-tips di atas, yang tidak boleh kita lupakan adalah afirmasi positif bahwa si kecil nanti akan segera sembuh.

  4. Anak sakit emang bikin ibu jadi nano-nano. Ya sedih, ya khawatir. Tapi biasanya gak lama kok. Anak-anakku lepas 5 tahun alhamdulillah udah jrg sakit. Dan emang saat sakit kita harus bisa berpikir jernih ya. Panik malah bikin penanganannya enggak optimal.

    1. Wuih itu tinggi banget, Mba. Sampai 40 derajat. Saya pun pasti akan bawa anak saya ke dokter. Soalnya agak ngeri kalau kebablasan terus step.

      Kalau persiapan saya utk demam anak di rumah itu hampir sama dengan Mba Gifta. Bedanya sebelum saya memberikan obat turun panas, saya mencoba cara tradisional dulu. Yaitu membiarkan ayahnya bertelanjang dada. Begitupun anal juga saya biarkan hanya pakai pospak. Lalu saya minta ayahnya memeluk dengan menempelkan dada mereka masing2. Tunggu 30 menit insya Allah panasnya ditransfer ke ayahnya.

      Cara ini saya pelajari ketika saya masih hobi naik gunung. Dan saya praktekkan ke kedua anak saya. Alhamdulillah turun panasnya. Tapi kalau dlm 3 hari masih naik turun panasnya. Ya saya bawa ke dokter.

  5. Yang pasti yah ketika anak demam, disitu ibunya stress, haha..
    tapi yang paling penting kitanya gak boleh panik. Dan tahu penanganan pertamanya gimana. karena aku juga termasuk orgtua yg cepet panik sih, wlpn tau penangannya gimana 🙂

    Semoga anak2 kita selalu sehat yaaa…

  6. iyah, kadang meski sudah tahu dan berasa siap, ketika anak memang demam, sempat panik juga kan yah, hihihi. kalo aku sih kuncinya ya di ortunya juga jangan panik sehingga bisa berpikir

  7. Aamiin…
    Semoga anak-anak sehat-sehat selalu dan aktif ceria cerdas.
    Anak demam tentu Ibu langsung panik yaa…
    Yang awalnya anak aktif tuh…mendadak lemes gak mau makan.
    Huhu…patah hati rasanya…

    Alhamdulillah kalau dokternya jeli dan langsung meresepkan obat dengan benar.

  8. Mental siap dan jangan panikan. Semoga saya siap untuk seperti itu. Tapi ya, kadang kalau anak udah sakit, rewel, dan lainnya. Pikiran juga ikut kacau. Apalagi kalau demamnya sampai 40°C. Haa.. Bisa kelabakan emaknya.

    Hmm, jadi mandi pakai air hangat boleh aja ya, meskipun sedang demam. Iya sih, bener, mandi akan membersihkan kotoran yang menempel dan membuat badan lebih segar.

  9. Jadi ingat, dulu waktu bocah demam pertama kalinya saya panik bukan kepalang. Baca banyak artikel, chat banyak teman yang anaknya lebih besar, dan telpon sini sana tanya apakah gejala ini wajar atau tidak. Kepanikan orangtua baru. Untungnya hanya demam 2 hari. Sekarang suka lucu kalau ingat kepanikan kala itu. Anak semakin gede, orangtua jadi lebih tenang kalau menghadapi anak demam.

Leave a Reply

Your email address will not be published.