Choices, Choices

Pilih Mana, Hotel atau Rumah Vakansi?

August 30, 2019

Beberapa tahun terakhir travelling memang menjadi salah satu kegiatan favorit masyarakat. Data dari salah satu research company di Indonesia pun memperlihatkan bahwa pengeluaran untuk wisata ini mengalami peningkatan. Belum lagi, industry hospitality yang juga berkembang pesat. Dulu pilihan kita kalo mau menginap di luar rumah paling hanya hotel atau penginapan, tapi sekarang jumlah hotel meningkat, ada Bed and Breakfast yang lucu-lucu, homestay yang instagrammable atau villa mevvah yang juga reachable kok. Ngga perlu pusing mau menghubungi kemana karena di aplikasi travel juga menyediakan jasa reservasi tipe tipe akomodasi liburan yang sudah disebutkan.

Hotel atau villa

Nah, beberapa bulan lalu saya dan keluarga L sempat liburan dengan memboyong 4 keluarga, dan baru lah merasakan liburan yang ngga nginep di hotel. Jadi saat itu kami menginap di rumah vakansi atau villa, dan  ternyata seru juga loh menginap di rumah vakansi ini. Nanti saya akan review 2 rumah vakansi yang saya inapi dan memberikan kesan di hati ya.Setelah beberapa kali menginap di rumah vakansi, saya jadi bisa lebih mengerti apa enak dan ga enaknya menginap di rumah vakansi. Dan tentu saja perbedaanya dengan hotel yang memang sempat jadi pilihan utama tiap kali liburan.

Yuk kita bahas satu persatu soal dua tipe akomodasi liburan ini.

Hotel

Sebagai frequent business traveller dan belakangan juga suka weekend getaway, saya udah lumayan hafal soal printilan hotel. Sudah bisa mengira-ngira kalo book hotel harga sekian nanti ambiencenya kayak apa, breakfastnya seperti apa, sampai fasilitasnya seperti apa.

Menginap di hotel adalah pilihan yang nyaman dan praktis, apalagi kalo pergi sendiri atau berdua. Dengan menginap di hotel, begitu masuk kamar bisa langsung rebahan dan istirahat. Lapar tapi mager? Tenang, biasanya ada room service. Ruang berantakan dan kotor sebelum kita pergi? Ada housekeeping yang siap bersih-bersih. Pokoknya kita beneran pampered deh kalo nginep di hotel.

Selain itu, ketika kita menginap di hotel juga biasanya sudah satu paket dengan sarapan pagi, jadi ngga perlu lagi pusing-pusing mau cari sarapan apa sebelum beraktifitas di hari itu. Salah satu keuntungan lain adalah lokasi yang biasanya lebih strategis, jadi gampang kalo mau kemana-mana. Oh iya, hotel juga punya 24 hours reception, jadi kita bisa datang jam berapa saja, meski jam check in biasanya di jam 2 siang.

What’s the downside? Harganya bisa jadi lebih mahal, apalagi kalo pergi dengan beberapa keluarga. Selain itu, kamar hotel yang sangat individualistis juga ngga bisa bikin kita haha-hihi sama yang lain. Selain ruangan yang relatif sempit juga ga enak sama tetangga kamar kalo berisik.

Bawa bayi dan mau masak MPASI? Oh lupakanlah karena jarang sekali hotel yang menyediakan alat masak. Paling banter hanya teko pemanas air saja. Juga tanggalkan sejenak idealisme cuci bersih baju atau sterilisasi perlengkapan makanan bayi karena ya emang ngga ada tempatnya, kecuali kalo mau bawa sterilizer sendiri.

Rumah Vakansi

Dulu saya selalu menganggap bahwa rumah vakansi atau villa itu mahal pake banget. Ngga akan terjangkau sama kelas menengah ngehe seperti saya. Besar di daerah Puncak, saat itu referensi saya jika mendengar villa adalah villa yang kebanyakan dimiliki ekspatriat di kawasan Coolibah, yang luas kamar mandinya saja bisa seluas kamar saya waktu itu. Lengkap dengan ayunan, taman dan kolam renang. Tapi sekarang banyak juga rumah vakansi yang harga sewanya cukup terjangkau. Apalagi kalo bawa keluarga besar, jatuhnya jauh lebih murah dibandingkan dengan hotel.

Enaknya jika menginap di rumah vakansi alias villa adalah adanya ruang keluarga yang memungkinkan kita haha-hihi atau bercengkrama dengan keluarga. Bebas tanpa harus khawatir akan menganggu tamu yang lainnya. Selain itu, biasanya juga disediakan alat memasak. Jadi bisa banget untuk masak-masak. Kalo bawa bayi, mau bikin MPASI sendiri juga bisa banget. Biasanya di rumah vakansi ato villa kita juga diberikan free air mineral dalam kemasan galon dan ada complimentary mie instan. Lumayan lah cukup membantu menghemat pengeluaran beli air hehe.

The downside-nya adalah kita ngga bisa memiliki ekspektasi terlalu tinggi, apalagi mengenai kebersihan. Makanya harus bener-bener liat review orang-orang yang pernah menyewa disitu meski ngga menutup kemungkinan bakal zonk juga. Sewa rumah vakansi juga ada baiknya beberapa hari sebelum kita menginap, supaya ownernya juga ngga terburu-buru menyiapkan rumahnya.

Selain itu, salah satu yang harus jadi pertimbangan adalah lokasi. Lokasinya biasanya tidak terlalu strategis, apalagi jika dibandingkan dengan hotel. Biasanya letak rumah vakansi ada di pinggir kota, atau malah di kawasan residensial. Jadi pertimbangkan baik-baik ya.

So, setelah baca soal hotel vs rumah vakansi, kamu mau pilih yang mana buat liburan nanti?

Love,

Only registered users can comment.

  1. Sebenernya balik lagi ke kebutuhan sih ya. Kalau dulu sebeum punya anak biasanya aku pilih hotel kmarena enak, kamar bisa dibersihin, sarapan sudah tersedia. Tapi sekarang dengan kondisi anak sedang MPASI sepertinya lebih milih rumah vakansi ya, karena bisa masak sendiri dan cenderung lebih luas untuk anak jalan-jalan daripada hotel yang “sekadar” kamar 😁

  2. Belum pernah coba jenis rumah vakansi, sih. Masih lebih milih hotel karena ya itu, lebih praktis dan berasa gampang tinggal minta tolong via telepon kalau perlu apa-apa hehehe. Oiya dulu waktu sempat tugas di masa menyusui, steril peralatan pumpingnya pakai liwuid cleanser merk tertentu yang katanya sih bisa mendekati kebersihan sterilisasi pemanasan gitu.

  3. waaah seru banget ini kak baca tulisan blognya bikin langsung pengen liburan, kalo aku pribadi sih kalo waktu liburannya agak panjang tempat nginepnya dipertimbangkan kalo cuma bentar aku ga terlalu mikirin sih soalnya lebih ke agenda kegiatannya heheh
    anyway makasih loh kak buat informasinya

  4. Belum pernah sih kak pakai rumah vakansi soalnya selama ini masih traveling sendiri atau beberapa sama temen. Tapi punya rencana juga sih sama sahabat2 ketika kami semua sudah berkeluarga. soalnya tampak menarik dan lebih banyak untungnya…

  5. Daku sih lebih milih rumah sendiri, eh.. Hehe, dalam dua pilihan itu mendingan villa kak, karena harga lebih bersahabat, bisa tetep ngeriung rame rame ngumpul. Kalau hotel kudu ketok pintu ,hihi

  6. Saya pilih villa jika liburan bareng keluarga besar karena jatuhnya lebih murah. Hehehe. Kalau hanya bepergian bareng keluarga inti lebih nyaman hotel sih.

  7. Saya pilih villa jika liburan bareng keluarga besar karena jatuhnya lebih murah. Hehe. Tapi kalau hanya traveling dengan keluarga inti lebih nyaman stay di hotel sih.

  8. Saya pilih villa jika liburan bareng keluarga besar karena jatuhnya lebih murah. Hehe. Tapi kalau hanya traveling dengan keluarga inti lebih nyaman stay di hotel sih.

  9. Aku belum pernah nyoba rumah vakansi. Baru tahu juga Mbak, hehe. Sekarang hotel juga banyak yang murah seperti reddoorz atau oyo. Memang lebih nyaman Travelling sekarang. Oh ya terima kasih artikelnya sanpai ada tabel kelebihan dan kekurangannya 😄

  10. Aduh, aku kalo suruh milih bingung.. Soalnya aku suka hotel yg bernuansa villa hahaha.. Hotel2 yg full hijau2 dedaunan gitu favoritku banget.. Soalnya suasana yg asri bener-bener bisa membantu merefresh pikiran, ya gak sih? 😀

  11. Kalau aku jika pergi hanya bertiga biasanya nyari hotel saja, selain biasanya hanya digunakan untuk tidur doang. Kalau banyakan mungkin pilihan rumah vakansi ini bisa jadi alternatif. Lalu biasanya gak semua rumah vakansi lengkap fasilitasnya, biasanya aku nyari yang kids friendly.

  12. kalo buat bulan madu berdua sama suami (HAHAHA) aku masih menikmati hotel 2 hotel aja sih mba. Tapi kalo buat keluarga memang prefer villa dan cenderung dair segi harga jatuhnya murah banget ya, hemat beb. Tapi ya gitu, house keeping nya kurang, tapi enak tuh pas k daerah Sariater, cukup enak villa semi hotel tipis-tipis

  13. Kalo aku biasanya tergantung berapa banyak member keluarga yang ikutan, semakin banyak pasti aku memilih rumah vakansi, biar bareng-bareng semua dan bisa masak kan heheh tapi kalo cuma keluarga inti misalnya, hotel would be just fine

Leave a Reply

Your email address will not be published.