Bahasa Kode

Tulisan ini sebenarnya terinspirasi dari sebuah posting yang muncul di feeds Facebook. Bercerita tentang seorang istri yang ngambek karena suaminya lupa jadwal pengecekan IUD. Ngambek sampai merajuk ala ala sinetron.

Komentar yang ada di postingan tersebut didominasi oleh kaum hawa yang mengiyakan ke-drama-an mereka. Kayaknya hanya beberapa yang sama dengan saya dan berujar “Saya gak gitu, kok!”

Bahasa kode yang digunakan perempuan ini mungkin saja berasal dari kebiasaan masa lalu, dimana perempuan kan selalu dikisahkan (atau dikondisikan) sebagai makhluk yang pasif dan restriktif. Saya malah pernah baca bahwa kadang diamnya perempuan adalah iya. Jadi kalo ngelamar dan si perempuannya diam, itu udah tanda diterima. Padahal siapa tau ya kan, diam tanda ngga mau.

Read more