EATEN: Bakso Amat Medan

Sesuai sama janji saya di postingan sebelumnya. Saya mau share review tentang Bakso Amat Medan. Semenjak mengenal Bakso Amat, bakso ini jadi semacam makanan wajib bagi saya setiap berkunjung ke Medan. Pernah lupa namanya dan saya langsung telepon teman saya yang asli Medan. Malah, dulu saking lupa namanya saya bilang kalo baksonya ada di dekat jembatan! Padahal jembatan di Medan tidak hanya satu ya.

Bakso Amat terletak di Jl. Juanda no 211 dekat dengan barisan ruko yang ada butik SiSeSa. Buka dari jam 12 siang dari Sabtu – Kamis kedai bakso ini menawarkan menu bakso & mie ayam sebagai menu utama.

Begitu duduk, pesanlah pada kaka atau abang makanan dan minuman yang diinginkan. Saya memesan bakso dengan mie telor dan es teh manis. Sambil menunggu, kita pun disuguhi Sate Kerang, Sate Bakso Goreng dan Peyek Kacang.

Serving time dari Bakso Amat ini ngga lama kok, ngga sampe 5 menit satu porsi bakso dan segelas es teh manis sudah terhidang di depan mata. Apa yang spesial dari Bakso Amat yang ngga saya temui di tempat bakso lainnya?

1. Kuah baksonya yang gurih banget, kaldu sapinya terasa kuat di lidah tapiΒ aftertaste-nya ngga bikin enek. Biasanya kaldu sapi yang terlalu kental apalagi ditambah dengan campuran MSG membuat rasa yang tertinggal di lidah atau di kerongkongan jadi ngga enak. Tapi Bakso Amat ini gurihnya masih berasa.

2. Potongan daging sapi+ lemak di atas hidangan bakso. Selain di Bakso Amat, saya belum pernah melihat atau mencoba hidangan Bakso dengan potongan daging sapi. Kalo lemak atau kikil sih pernah saya coba di Bakso Dengkul Gunung Cupu Ciamis. Potongan daging sapi+lemak ini membuat bakso semakin enak disantap.

Untuk bumbunya, agar terasa semakin mantap saya tambahkan sambal hijau dan sedikit saus. Jangan samakan sambal hijau yang tersedia disini dengan sambal yang biasa ditemukan di abang-abang Jakarta ya, karena pedesnya beda. Kuah sambal pun berminyak dan bikin rasa kuah bakso tambah nendang.

Secara keseluruhan bakso Amat memang sedap disantap, kuahnya gurih, ada tambahan daging suwir pula. Baksonya gimana? Baksonya juga enak, lembut tapi masih bertesktur layaknya bakso urat. Dari indera perasa saya yang awam ini, bakso Amat yang dibikin langsung oleh pembuatnya memiliki komposisi tepung dan daging yang pas. Baksonya mudah digigit dan dikunyah dengan ukuran sedang.

Santap bakso ditutup dengan meminum es teh manis di cuaca Medan yang panas itu. Jika sudah selesai, tinggal panggil kakak atau abang dan minta mereka menghitung berapa yang harus kita bayar setelah itu langsung pergi ke kasir.

Bakso Amat memang memiliki keunggulan dari soal rasa, tempat pun cukup layak, luas dan bersih. Hanya saja yang disayangkan adalah pelayanan dari kakak atau abang yang disana. Pelayanan yang saya terima kurang ramah rasanya, bagian kasir pun tidak sigap saat saya hendak membayar. Tapi karena rasanya enak saya agak tutup mata sih ya sama pelayanannya 😁😁.

Bagaimana dengan harganya? Saya membayar 28ribu rupiah untuk seporsi bakso, 2 bungkus kerupuk kulit dan 1 gelas es teh manis. Setelah saya cek, saya dikenakan harga 20ribu untuk bakso. Agak mahal tapi sebanding dengan rasanya.

Will I visit again? Of course! Sebagai pecinta bakso tentu saya akan datang dan menikmati bakso Amat lagi jika berkesempatan datang ke Medan.

Eh, atau ada yang berminat buka cabang Bakso Amat di Jakarta? πŸ˜‰πŸ˜‰.

See you in the next post 😁,

G
 

You may also like

3 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published.