Personal Life

Obsessed

December 17, 2019

It’s been months ngga nulis lagi disini. Iya si ada post baru beberapa tapi sifatnya content placement. Heuheu. Apa yang menyebabkan saya sedikit mengacuhkan blog? Selain kehidupan sehari-hari ada satu dua hal yang bikin saya suka lupa waktu.

Apa itu? Nonton dan Baca novel Asia Timur. Hahaha.

Semua sebetulnya berawal dari pertengahan tahun ini ketika Netflix mulai menayangkan The King’s Avatar. Yang membuat saya terkagum-kagum adalah animasi games yang ditayangkan. So purrfect. Halus banget menurut saya, jalan ceritanya juga menyenangkan dan ngga sedramatis drama korea. Lalu saya juga suka pemeran Su Mucheng dan Ye Qiu.

Setelah menamatkan The King’s Avatar. Netflix kemudian merekomendasikan satu drama lagi yang entah mengapa sukses membuat saya mencari tahu soal perkembangan serial Mandarin. Serial apa? Love O2O. Serial ini merupakan serial romcom yang jalan ceritanya cukup sederhana dan tanpa konflik yang disebabkan oleh miskomunikasi. It got you feel a warm fuzzy feeling sensation instead, meskipun ada beberapa adegan yang ngga natural. Tapi semuanya ngga apa-apa demi Yang Yang yang memerankan Xiao Nai, plus dia juga loh yang berperan sebagai Ye Qiu di The King’s Avatar

Setelah itu saya juga sempat menamatkan Serial mandarin dan drama korea lainnya seperti: My Secret Terrius, Well Intended Love, Put Your Head on My Shoulders, dan beberapa series lain.

Tapi yang kemudian bikin saya lebih obsessed adalah saya menemukan situs novel-novel Mandarin yang sudah ditranlasi ke Bahasa Inggris, dan saya akhirnya membaca versi Novel dari The King’s Avatar yang sangat sangat detail mengenai gamesnya, plus Love O2O yang novelnya juga semanis itu.

Ngga itu aja, saya juga menemukan beberapa cerita menarik yang masih saya baca sampai sekarang. Versi novel gratis bisa diakses di Novelfull.com kalo ingin yang berbayar bisa ke webnovel.com.

Gara-gara keasyikan baca series mandarin ini, saya jadi lupa sama bukubuku di kindle. Padahal masih menunggu untuk direview. Tapi kayaknya sih, obsesi saya soal novel mandarin sebentar lagi mereda kok. Karena sebetulnya lama-lama bosen karena novel yang saya pilih basanya karakternya hampir mirip. Tapi lumayan to fix my romance addiction.

Next Post semoga lebih bermanfaat dari ini ya.

Ciao,

Leave a Reply

Your email address will not be published.