Kenapa Harus FPI? Kenapa Harus Rizieq?

When we start putting someone, anyone, in a pedestal, we stop seeing their flaws, we excuse their mistake, we see that everything (s)he do or say are true and need to be admired.

Akhir-akhir ini, setiap kali membuka laman beranda facebook, kok rasanya seperti melihat kebakaran rumah. Riuh rendah pilkada DKI, FPI, GMBI, Ahok, Rizieq membuat saya mengernyitkan kening. Belum lagi berita soal bully berujung kematian mahasiswa yang juga membuat senewen dan geleng-geleng kepala.

Tapi yang ingin saya bahas sekarang adalah kebingungan saya tentang para dewasa jadi fans militan sebuah ormas dan ketuanya. Iya, saya bicara tentang FPI dan Rizieq. Lima sampai sepuluh tahun yang lalu, banyak yang mencibir tingkah polah ormas ini. Yuk, ngacung yuk yang dulu geram dengan sweeping FPI? Yang sempat mengeluarkan sumpah serapah saat ada riot di Monas dengan massa Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan atau AKKBB 2008 lalu?

Read more

H-43

Udah H-43, tapi masih belum semua fix. Bride to be udah sensik dan groom to be udah mulai senewen.

H-43 ini juga diwarnai sama berantem sama Mama gegara tipsnya buat catet pengeluaran ga diturutin. Plus berantem sama L gegara L merasa kurang diperhatikan.

Udah H-43 dan saya mau list apa saja yang udah dan apa saja yang belum. Siapa tau bisa meredakan kepanikan.

Read more