Cerita Lahiran Ketiga: Persalinan di Tengah Pandemi

Saya kira tidak akan ada yang bisa diceritakan lagi pada persalinan ketiga. Yha karena proses lahirannya sama dengan yang pertama dan kedua: sectio caesaria. Dokter kandungan yang menangani pun sama dengan dokter saat lahiran anak kedua.

Ndilalah, ternyata persalinan ketiga ini dilakukan saat pandemi dengan janin kembar pula. Tentu saja jadi berbeda.

Dari awal kehamilan, saya sudah diwanti-wanti dokter kandungan saya jika janin kembar biasanya tidak sampai full term 40 minggu, dokter mentargetkan bahwa setidaknya kehamilan berlangsung hingga 37 minggu agar semua organ twinnies matang.

Read more

Tentang Lahiran Anak Kedua

Setelah menuliskan melankoli yang menyerang di trimester dua dan tiga kehamilan di Oktober lalu, saya ngga menyangka jika tiga minggu setelahnya baby Kiwi diputuskan untuk melihat dunia lebih awal. Padahal masih banyak cerita yang ingin saya tuliskan dalam tema kehamilan kedua. Oh well, mungkin akan saya cicil. Kalo ngga lupa atau keburu males.

Saat kontrol di usia kehamilan 32 minggu, dokter sudah memberikan informasi mengenai jumlah ketuban yang ngepas. Indeksnya hanya 10. Saya diingatkan lagi untuk konsumsi air minum minimum 3 liter. Jumlah yang tidak terlalu sulit saat weekdays, tapi butuh banget perjuangan untuk dikejar saat weekend.

Read more

Tentang Lahiran – Proses Melahirkan

Akhirnya setelah dua minggu dua bulan dari posting pertama baru bisa nulis posting lanjutan. Ini pun (pertama kali) ditulis pas lagi nunggu  diperiksa dokter. ( Dan dilanjutkan dua bulan setelahnya, haha)

Okay, postingan lalu kan sudah cerita tentang dokter dan rumah sakit ya. Posting kali ini, saya pengen cerita tentang proses lahirannya.

Read more