Cerita Lahiran Ketiga: Persalinan di Tengah Pandemi

Saya kira tidak akan ada yang bisa diceritakan lagi pada persalinan ketiga. Yha karena proses lahirannya sama dengan yang pertama dan kedua: sectio caesaria. Dokter kandungan yang menangani pun sama dengan dokter saat lahiran anak kedua.

Ndilalah, ternyata persalinan ketiga ini dilakukan saat pandemi dengan janin kembar pula. Tentu saja jadi berbeda.

Dari awal kehamilan, saya sudah diwanti-wanti dokter kandungan saya jika janin kembar biasanya tidak sampai full term 40 minggu, dokter mentargetkan bahwa setidaknya kehamilan berlangsung hingga 37 minggu agar semua organ twinnies matang.

Read more

Screening ke Dokter Fetomaternal

Setiap kehamilan membawa cerita yang berbeda-beda. Tak terkecuali kehamilan kali ini. Kehamilan saya jatuh pada kategori kehamilan beresiko tinggi, selain karena janin kembar juga karena riwayat konsumsi obat methotrexate yang bisa membawa resiko besar pada janin. Oleh karena itu saya sempat berkali-kali periksa ke dr. Liva di awal kehamilan.

Sesuai dengan arahan dr. Liva dan sudah direncanakan dari kali kedua saya ketemu beliau, bahwa saya akan melakukan screening trimester 1 dengan dokter fetomaternal. Saat hamil cici F, saya melakukan USG 4D ketika kehamilan menginjak usia 7 bulan. Namun, saat hamil aa F, saya tidak melakukan USG 4D atau konsul ke dokter feto karena memang tidak ada indikasi apa-apa. Lagipula saat itu saya merasa periksa dengan USG 2D dengan dr. Liva juga sudah cukup karena keterangan dari dokternya sangat lengkap.

Read more

Sebuah Kejutan

Jakarta, 2 Mei 2020.

Apa kriteria sebuah kejutan? Tentu salah satunya adalah tidak terduga. Unexpected. Kejutan terbaru dalam hidup saya, saya alami seminggu lalu. Dua minggu terakhir di bulan April, badan saya rasanya greges. Ngga enak. Seperti yang dirasakan beberapa saat sebelum sakit. Diagnosa sendiri dan saya kira, ya paling cuma masuk angin. Lalu minta dikerik dan minum teh hangat. Sehari dua hari merasa enakan, tapi kok rasa ga enak badan ngga ilang-ilang.

Read more