After Married

Wrapping Up 2020

Hi! Akhirnya menulis posting tahunan yang lumayan telat (seperti biasanya, hehe). Tahun 2020 sudah berakhir lebih dari 10 hari lalu dan saya baru mengetik ini sekarang. Ga apa-apa lah ya, mengendapkan dulu hal-hal yang terjadi di 2020.


Ada beberapa hal berbeda yang saya alami di tahun 2020 ini. Salah satu penyebabnya tentu karena COVID 19 yang menyebabkan saya lebih banyak (bekerja) di rumah.

Mari berefleksi tentang tahun 2020 dari 2 sisi; Keluarga dan Personal.


Let’s start with the biggest news for our little family unit. Seperti yang sudah pernah saya tulis sebelumnya, tahun ini kami diberi kejutan dalam bentuk dua garis di tes kehamilan. Tak tanggung-tanggung langsung dua kejutan sekaligus, yakni saya hamil dan ada dua denyut jantung terdeteksi.

(Baca juga: Sebuah Kejutan)


Saya melahirkan pada 10 Desember 2020, prematur di usia 36minggu karena ternyata saya preeklampsia. Cerita lengkap akan saya tulis nanti ya. Twinnies F melengkapi formasi V family. Habis ini mari tutup pabrik!

Tahun ini juga adik saya lulus S1, dan wisuda angkatan COVID 19 memang hanya lewat zoom. Tapi kan yang penting Wis Uda. Meski Ate A masih harus melanjutkan perjalanan karena memang sedang studi S2. Baru setelah itu bener-bener bisa wis udah sama tetek bengek perkuliahan dan pindah ke adulthood officially.

Untuk seremoni wisuda, tentu saja ada foto keluarga dong. Kali ini kami melakukan sesi foto di Couple Click Studio Bogor. Riweuh pake banget karena ada 2 batita, 1 balita dan 1 anak anak. Belum lagi saya sedang hamil besar kala itu.

Hmm, kilas balik tahun 2020 ini tentu tidak lengkap kalo ngga bahas pandemi. Yap, pandemi COVID 19 membuat saya ngga mudik kemana-mana tahun ini. Apalagi santer berita bahwa ada beberapa mobil/travel yang diputar balik di tol atau perbatasan. Jadinya lebaran tahun 2020 dihabiskan di Jakarta, the ARTs pun ngga pada pulang.

Pandemi COVID 19 juga membuat saya lebih banyak di rumah karena WFH, membuat saya lebih banyak berinteraksi dengan orang rumah dan anak-anak, but sadly WFH didn’t strengthen the bond with my secondborn, but other thing did.

Jadi ceritanya pada awal November, bibi yang udah ikut kami selama 4 tahun lebih memutuskan berhenti. Awalnya saya sempat khawatir, takut anak-anak nyariin apalagi Fath yang nempel banget sama bibi. Tapi ternyata ngga dong, the transition went well. Dan resignnya Bibi membuat perubahan. Fath mulai deket dan mencari saya. Mau tidur sama saya, kalopun tidur ngga bareng saya, pagi-pagi dia akan buka pintu kamar dan main di kasur. Bahkan sekarang, kalo mandi maunya sama saya. Yeay!!

Buat beberapa ibu, memang hal ini kayak sesuatu yang lumrah, atau memang sudah by design alias dari sananya. Tapi buat saya ini salah satu pencapaian karena hubungan saya dan anak kedua saya menjadi lebih baik.

Tahun 2020 ini juga menandai 5 tahun pernikahan saya dengan L. Satu tahun terakhir ini kami rasa-rasanya sudah mulai ada di zona nyaman. Sama-sama tahu dan terbiasa akan sifat dan sikap masing-masing, tapi memang rasa-rasanya harus bisa spice up our relationship agar tidak terjebak rutinitas. Tahun 2020 lalu L banyak menuai pujian dari pegawai tentang cara dia memperlakukan saya. Salah satunya adalah tentang antar jemput, karena  sedang pandemi plus saya lagi hamil juga, jadi setiap giliran masuk kantor saya hampir selalu diantar jemput L. Kalo ngga bisa, biasanya L arrange driver buat jemput, dan pilihan terakhirnya adalah taksi. Sudah tidak boleh pake gojek atau grab motor. 

 

Tahun 2020 ini berarti sudah hampir 10 tahun saya menjadi pekerja. Genapnya sih nanti di bulan Februari. Hampir 10 tahun menjadi market researcher, masih belum bosen karena pikiran konsumen memang semenyenangkan itu untuk diulik. Lalu saya masih belum bisa memutuskan lebih suka kualitatif atau kuantitatif because I love them both. Dulu, sesepuh di MR agency bilang kalo nanti pun pasti akan secara natural masuk ke salah satu metode, tapi 10 tahun berlalu tetep saja saya masih belum bisa memutuskan. 

Karena pandemi dan saya WFH, akhirnya jam kerja jadi berantakan. Kadang malam-malam masih buka laptop karena siang ada distraksi. Belum lagi anak-anak yang kalo ada emak-bapaknya di rumah jadi lebih rewel. Harus ekstra sabaaar. 

Tahun 2020 ini harus diakui saya agak jarang mengupdate blog ini. Kurang dari 10 post dalam setahun. Wow, kenapa males banget ya saya nulis? Mungkin karena 2020 ini saya kebanyakan rebahan dan tidur. Ngga nonton dan baca juga. Series yang saya tonton ya itu-itu juga. Saya malah lupa nonton series itu 2019 apa 2020. 

Masih berhubungan dengan resignnya bibi, ada beberapa hari dimana saya masak di rumah hampir tiap hari. Bahkan bangun pagi-pagi supaya bisa masak dulu sebelum ngantor karena kalo beli makanan jadi tiap hari itu mahal. Awalnya sih ngga yakin bisa, eh ternyata lumayan bisa juga meski rasa dan plating sih masih so – so ya. 

Di tahun 2020 ini juga saya mulai melirik soal digital marketing, ikut course gratis Google dan mulai baca-baca. Tujuannya sih membantu usaha herbal L biar bisa segera go digital. Jadi kami sama sama belajar. Sampai sempat training di Yogya karena diundang pabrik dimana kami maklon produk-produk yang sekarang di jual. 

Well. sepertinya hanya itu yang bisa saya ceritakan di 2020 ini. In overall, saya rasa 2020 ini adalah tahun dimana saya belajar. Belajar tentang banyak hal, belajar masak, belajar manajemen waktu, belajar lebih sabar lagi. 

Thank you, 2020..here’s to 2021!