Eaten: Sate Cempe Kapis 85 Tegal

Masih dalam tema road trip Jateng, kali ini saya akan share tentang kedai makan pertama yang kami singgahi.

Itinerary awalnya sih kami ingin makan di Sate Kambing Mendo Wendy’s, tapi sayang sekali sudah tutup karena habis saat kami sampai. Jadi kami mampir ke kedai sate yang satu ini.

Nama kedainya adalah Sate Kambing Muda Cempe Kapis 85. Terletak di Jalan Hang Tuah kalo ngga salah inget. Letaknya sendiri ga jauh jauh banget kok dari kedai sate kambing Wendy’s. Tinggal belok kiri di lampu merah dari Wendy’s lalu lurus sekitar 1km-an. Kapis 85 ini ada di sebelah kiri.

(Baca juga: Review Baso Amat Medan)

Selain sate, kedai Kapis 85 ini juga menyediakan Sop dan Asem Asem. Karena lapar kami pun memesan sate cempe 30 tusuk, satu porsi Sop dan satu porsi Asem Asem.

Sop kambingnya enak, lada garam sangat terasa dan minus bau amis kambing. Berarti pengolahan daging kambingnya sudah jago nih karena ngga ada bau amis. Isi sopnya sendiri ada daging, tetelan lemak dan sayur-sayuran. Dagingnya lembut banget, indikasinya adalah cici F bisa makan dan menelan dagingnya. ??.

Asem asem sendiri rasanya gurih pedas. Segar sekali saat dimakan setelah berkendara selama 9 jam dari Jakarta. Asem-asem ini kuahnya mirip sop, tapi lebih kental. Isiannya sendiri daging, tulang dan sedikit jeroan. Saya baru pertama kali makan asem asem dan rasanya pengen makan lagi, padahal saya ngga begitu suka rasa pedas. Tapi yang ini perpaduan rasanya begitu pas. Delish!

(Baca juga: Road Trip Jawa Tengah)te kambing sebetulnya disajikan dalam hot plate, supaya lemaknya ngga menggumpal dan tetap hangat. Tapi maapkan ngga ada fotonya karena udah keburu ludes.

Saya sebetulnya paling males makan sate yang dagingnya terlalu mateng pas dibakar atau kebanyakan bumbu. Tapi sate di warung Kapis 85 ini rasanya juicy, ngga kematengan. Apalagi karena pake hotplate jadi tetelan lemak di tengah tengah sate masi enak dan lumer di mulut.

Bumbu kecap, bawang, dan tomat disajikan terpisah. Bagi yang suka pedas, boleh juga ditambahkan sambal ulekgaimana dengan harganya? Cukup terjangkau kok. Saat itu kami memesan 30 tusuk sate kambing, 1 porsi sop, 1 porsi asem-asem, 4 porsi nasi, 2 es jeruk, 2 teh hangat dan billnya ngga sampe 200ribu.

Saya ngga akan nolak untuk makan lagi disini, tapi tetap penasaran sama sate kambing sebelah ?!

Jangan lupa baca seri tulisan #RoadTripCentralJava yang lain ya:

Itinerary Road Trip Part 1

Itinerary Road Trip Part 2

Semalam Di Sahid Mandarin Pekalongan

Kuliner di Magelang: Kupat Tahu Warung Pojok

Menginap di Grand Serela Yogyakarta

Main-main di Pantai Sandranan

Jalan-Jalan ke Prambanan

Mengintip Taman Sari

See you on the next post.

You may also like

5 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published.